INDOPOSCO.ID – Kementerian Agama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan MOSAIC (Muslims for Shared Action on Climate Impact) memperkuat kolaborasi percepatan solarisasi masjid dan pesantren di Indonesia.
Inisiatif solarisasi masjid dinilai sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan ambisi pembangunan 100 gigawatt Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan lebih dari 800 ribu masjid tersebar di seluruh Indonesia, rumah ibadah tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai lokasi pemasangan panel surya atap yang belum dimanfaatkan optimal.
“Masjid dan pesantren memiliki peran strategis bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi masyarakat,” ujar Direktur Program MOSAIC, Aldy Permana dalam keterangan, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, adopsi energi surya di fasilitas keagamaan tidak hanya berdampak pada penghematan biaya operasional, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran transisi energi bersih.
“Program Sedekah Energi sudah kami jalankan di 6 masjid di Indonesia dengan total kapasitas terpasang 23.525 WP,” ungkapnya.
Sejak dirintis beberapa tahun lalu, program Sedekah Energi telah melibatkan lebih dari 21 ribu donatur. Instalasi panel surya telah terpasang di enam lokasi, yakni Sembalun, Yogyakarta, Tasikmalaya, Garut, Dharmasraya, dan Sijunjung. Pengalaman tersebut menjadi pijakan konkret dalam pembahasan strategi kolaborasi di forum koordinasi ini.
Menanggapi hal itu Koordinator Direktorat Energi Terbarukan Kementerian ESDM, Erick Tadung, menjelaskan besarnya potensi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Ia menyebut energi surya memiliki potensi paling besar, mencapai 3.294 gigawatt, melampaui angin, air, laut, maupun panas bumi.
Namun, ia mengakui pemanfaatan EBT secara keseluruhan masih sangat rendah, yakni baru sekitar 0,4 persen dari total kapasitas terpasang. Khusus energi surya, kapasitas yang telah dimanfaatkan baru sekitar 1,49 gigawatt.
Sementara itu, Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Muhibuddin, mengatakan, Rencana Aksi Ekoteologi 2026 yang menempatkan solarisasi masjid sebagai salah satu prioritas. Program tersebut mencakup empat konsep utama, yakni Hutan Wakaf, Taman Kota Wakaf, Eco Masjid, dan Eco Pesantren.
“Saat ini telah terbentuk 10 Kota Wakaf di Indonesia dan jumlahnya akan terus bertambah. Pada 2026, Kementerian Agama menargetkan 50 masjid siap mengadopsi teknologi hijau,” katanya.
Muhibuddin juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan literasi. Pihaknya akan mendorong masjid menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) agar pendanaan solarisasi dapat bersumber dari internal masjid.
Selain itu, lanjutnya, sekitar 50 ribu penyuluh agama di bawah Kementerian Agama akan dilibatkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait urgensi peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan. (nas)











