INDOPOSCO.ID – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus memperkuat peran sebagai fasilitator perdagangan dengan mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar ekspor.
Langkah ini diwujudkan melalui berbagai program asistensi, mulai dari business matching hingga pendampingan langsung proses ekspor di daerah.
Business Matching Tembus Pasar Malaysia
Melalui Bea Cukai Balikpapan, program Klinik Ekspor ikut berperan dalam kegiatan business matching yang mempertemukan UMKM dengan buyer internasional.
Kegiatan ini menghadirkan mitra dari Malaysian International Chamber of Commerce and Industry.
Sebanyak 16 produk unggulan dari Balikpapan dan sekitarnya dipamerkan, di antaranya wedang Dayak Bungas, keripik pisang, kopi lokal, dan olahan pangan khas daerah.
Produk-produk tersebut berhasil menarik minat pembeli luar negeri, membuka peluang ekspor yang lebih luas.
UMKM Didampingi hingga Siap Ekspor
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan Bea Cukai tidak hanya berperan sebagai pengawas.
“Kami hadir sebagai fasilitator yang memberikan asistensi teknis agar UMKM siap ekspor,” ujarnya.
Pendampingan meliputi penyusunan dokumen ekspor (PEB), pengiriman melalui pos, dan skema hand carry saat pameran internasional.
Bengkalis: Ekspor Udang 8 Ton ke Singapura
Di wilayah lain, Bea Cukai Bengkalis melakukan pendampingan langsung melalui program Customs Visit Customer.
Kegiatan ini dilakukan saat ekspor 8 ton udang ke Jurong, Singapura. Ekspor berasal dari tambak produktif dengan 19 kolam dan produktivitas hingga 4 ton per kolam per siklus.
Dorong UMKM Naik Kelas
Melalui berbagai program ini, Bea Cukai menegaskan perannya sebagai trade facilitator dan industrial assistance.
Artinya, tidak hanya mengawasi, tetapi juga membina UMKM, meningkatkan daya saing produk lokal, dan membuka akses pasar global.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan ekspor daerah, menambah devisa negara, dan mengangkat produk lokal ke pasar internasional.
Dengan pendampingan berkelanjutan, UMKM Indonesia didorong untuk naik kelas dan menjadi pemain global yang kompetitif. (ipo)










