• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Suara Buruh Dinilai Melemah, Fragmentasi Serikat Jadi Alarm Serius Politik Pekerja

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 14 April 2026 - 23:16
in Nasional
Ilustrasi - Di tengah riuhnya jalanan May Day, buruh bersatu menyuarakan harapan akan kerja yang layak dan hidup yang lebih adil. Foto: Dok. GSBI

Ilustrasi - Di tengah riuhnya jalanan May Day, buruh bersatu menyuarakan harapan akan kerja yang layak dan hidup yang lebih adil. Foto: Dok. GSBI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketidakmampuan gerakan buruh dan masyarakat sipil dalam menekan kebijakan strategis kembali menjadi sorotan. Salah satu contoh paling mencolok adalah proses legislasi Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai banyak pihak sebagai titik lemah kekuatan politik pekerja.

Kegagalan tersebut tak sekadar persoalan kebijakan, melainkan juga simbol merosotnya daya tawar buruh di ruang politik nasional. Kini, suara pekerja dinilai tak lagi dipandang sebagai ancaman serius oleh pemerintah maupun parlemen.

BacaJuga:

Terdeteksi 818 Hotspot, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Enam Provinsi

Pimpinan DPR Desak Penanganan Karhutla Satu Kendali

Orang Utan Sempurna Mati Terpapar Asap Karhutla, DPR Desak Kemenhut Bertindak

Situasi ini memunculkan kebutuhan mendesak bagi gerakan rakyat untuk membangun kekuatan politik yang lebih terorganisir. Tidak cukup hanya melakukan mobilisasi massa, gerakan buruh dituntut mampu menyusun machtsvorming, kekuatan politik yang menawarkan alternatif kebijakan konkret kepada publik.

Di tengah dinamika tersebut, Kepala Pusat Riset Hukum Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nawawi mengungkap persoalan mendasar yang menggerogoti internal gerakan buruh: fragmentasi organisasi.

Ia menyoroti ketimpangan mencolok antara jumlah organisasi dan basis massa yang terus menyusut.

“Meskipun jumlah anggota serikat secara nasional mengalami penurunan, jumlah federasi justru meningkat pesat (kini mencapai 161 organisasi) akibat dinamika internal organisasi,” ujar Nawawi dalam Seminar May Day 2026 bertajuk “Jalan Buntu Gerakan Buruh Indonesia: Kegagalan Gerakan Politik Masyarakat Sipil Reformasi?” di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Menurut Nawawi, ledakan jumlah federasi ini bukanlah tanda kekuatan, melainkan indikasi konflik internal yang tak terselesaikan. Perpecahan di level elite serikat kerap berujung pada lahirnya organisasi baru, alih-alih memperkuat konsolidasi.

Ia juga menambahkan bahwa perubahan lanskap dukungan eksternal turut memperburuk keadaan. Sejak 2015, berkurangnya dukungan dari NGO serta perubahan skema pendanaan internasional membuat daya advokasi gerakan buruh melemah drastis. Padahal, pada periode 2010 hingga 2013, gerakan ini sempat mencapai titik militansi tertinggi.

“Fragmentasi ini menjadi tantangan besar bagi terciptanya konsolidasi yang solid. Dibutuhkan penyelarasan visi di tingkat elite serikat agar kepentingan pekerja dapat terwakili secara kolektif dan efektif dalam perumusan kebijakan nasional,” tambahnya.

Pandangan serupa datang dari Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN, Muhammad Najib Azca. Ia menegaskan bahwa gerakan buruh tetap menjadi elemen kunci dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan baru kini hadir dalam bentuk yang lebih kompleks, mulai dari disrupsi digital hingga maraknya pola kerja fleksibel berbasis kontrak jangka pendek atau gig economy.

Fenomena ini, menurutnya, semakin melemahkan posisi pekerja di hadapan kekuatan modal yang semakin adaptif dan terdesentralisasi.

“Kami berharap forum ini dapat menjadi pengkayaan bersama sekaligus menghidupkan kembali kajian-kajian perburuhan yang bersifat reflektif dan kritis di tengah perubahan situasi global maupun nasional,” ujar Najib.

Di tengah tekanan eksternal dan konflik internal, masa depan gerakan buruh kini bergantung pada satu hal krusial: kemampuan untuk bersatu, beradaptasi, dan membangun kembali relevansi politiknya di mata publik. (her)

Tags: buruhMay DayUU Cipta Kerja

Berita Terkait.

Terdeteksi 818 Hotspot, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Enam Provinsi
Nasional

Terdeteksi 818 Hotspot, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Enam Provinsi

Sabtu, 5 September 2026 - 21:05
Respons Banding Kasus Penyiraman Andrie Yunus, Pigai Dorong Kasasi Hingga PK
Nasional

Pimpinan DPR Desak Penanganan Karhutla Satu Kendali

Sabtu, 5 September 2026 - 20:03
Orang Utan Sempurna Mati Terpapar Asap Karhutla, DPR Desak Kemenhut Bertindak
Nasional

Orang Utan Sempurna Mati Terpapar Asap Karhutla, DPR Desak Kemenhut Bertindak

Sabtu, 5 September 2026 - 19:03
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Sita Aset Eks Wakil Kepala BGN dan Pihak Swasta
Nasional

Sekjen Kemendagri: Tim Pemantauan Harus Temukan Akar Masalah Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Sabtu, 5 September 2026 - 16:38
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Sita Aset Eks Wakil Kepala BGN dan Pihak Swasta
Nasional

Pulau Sumatera dan Kalimantan Siaga Darurat Karhutla, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing

Sabtu, 5 September 2026 - 15:27
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Sita Aset Eks Wakil Kepala BGN dan Pihak Swasta
Nasional

Olimpiade Sains Tumbuhkan Minat Generasi Muda terhadap Riset

Sabtu, 5 September 2026 - 14:56

OLAHRAGA

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27
Olahraga

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Editor Laurens Dami
Jumat, 4 September 2026 - 15:30

INDOPOSCO.ID – Super League 2026/27 bakal hadir dengan wajah baru. Bukan soal format kompetisi atau komposisi klub, melainkan aturan permainan yang...

SelengkapnyaDetails
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03
sarinah

Sarinah dan Ghea Fashion Studio Hadirkan Wastra Nusantara dalam Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026

Jumat, 4 September 2026 - 10:20
Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Kamis, 3 September 2026 - 09:12

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.