INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak hanya bertujuan memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga untuk bertukar pikiran mengenai situasi geopolitik global.
“Saya juga datang untuk konsultasi, karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat pesat,” kata Prabowo saat pertemuan bilateral dengan Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden dilihat Selasa (14/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa di tengah ketegangan global, Indonesia melihat peran Rusia sangat krusial dan positif dalam menghadapi berbagai tantangan geopolitik yang tidak menentu.
“Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini,” tegas Prabowo.
Ia menggarisbawahi perlunya penyelarasan langkah melalui konsultasi bersama dalam menghadapi ketidakpastian global, dengan fokus utama pada pendalaman kemitraan yang strategis.
“Kami merasa sangat perlu untuk berkonsultasi bagaimana kita menghadapi situasi ke depan dan terutama jika kita bisa terus mempererat kerjasama terutama di bidang ekonomi dan energi,” imbuh Prabowo.
Situasi geopolitik tersebut diduga kuat merujuk pada peristiwa di Timur Tengah, menyusul dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Kini, ketegangan semakin meningkat setelah upaya negosiasi damai gagal mencapai kesepakatan.
Prabowo tiba di Bandara Vnukovo-2, Moskow, Rusia, pada Senin (13/4/2026) pukul 07.45 waktu setempat. Kunjungan itu juga mencerminkan langkah aktif diplomasi Indonesia dalam membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan negara-negara sahabat.
“Pemerintah Indonesia memandang Rusia sebagai mitra penting dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global,” jelas keterangan laman resmi Presiden RI. (dan)








