• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kritisi Penggolongan UKT Anak ASN, DPR: Dianggap Mampu, Padahal Banyak yang Kewalahan Biaya Kuliah

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 13 April 2026 - 01:52
in Nasional
Ilustrasi UKT Perguruan Tinggi. Foto Pixabay.

Ilustrasi UKT Perguruan Tinggi. Foto Pixabay.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Skema penggolongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi anak-anak Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapat sorotan tajam dari DPR RI. Anggota Komisi X, Juliyatmono, menilai sistem yang berlaku saat ini kerap tidak mencerminkan kondisi ekonomi riil keluarga ASN.

Ia mengungkapkan bahwa banyak keluarga ASN secara otomatis ditempatkan dalam golongan UKT tinggi, meski kemampuan finansial mereka terbatas.

BacaJuga:

Hardiknas 2026, Paskibra dari Daerah 3T dan Papua Warnai Semangat Pendidikan Bermutu

Maraknya Kasus Daycare, BSN Ingatkan Penerapan SNI Taman Asuh Ramah Anak

Tantangan Ketenagakerjaan Kompleks, DPR RI: May Day 2016 Momentum Perkuat Kolaborasi

“ASN atau PNS itu kenaikan penghasilannya tidak signifikan, tapi langsung masuk kelas UKT tinggi seolah-olah mampu. Ini yang jadi masalah,” ujarnya, dikutip dari laman DPR RI, Minggu (12/4/2026),.

Menurutnya, persepsi bahwa ASN selalu berada dalam kategori ekonomi mapan merupakan anggapan yang keliru. Padahal, dalam kenyataannya, banyak ASN justru kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, terutama ketika harus membiayai pendidikan anak di perguruan tinggi.

Juliyatmono menambahkan, kenaikan biaya pendidikan tinggi yang terus terjadi tidak sebanding dengan peningkatan pendapatan ASN. Kondisi ini membuat akses pendidikan tinggi bagi anak-anak ASN menjadi semakin terbatas.

“ASN ini makin tertinggal dengan kondisi objektif. Kalau UKT-nya disesuaikan seperti sekarang, tidak nyambung dengan penghasilan riil mereka,” jelasnya.

Ia juga memberikan contoh konkret, di mana ASN golongan menengah seperti III/b hingga III/d akan sangat terbebani jika memiliki lebih dari satu anak yang sedang kuliah.

“Punya dua anak kuliah itu sangat berat. Ini persoalan yang harus segera dicarikan solusi,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Karena itu, Komisi X mendorong pemerintah untuk merumuskan kebijakan khusus terkait penggolongan UKT bagi keluarga ASN. Langkah ini dinilai penting agar anak-anak ASN tetap memiliki kesempatan yang adil untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa membebani kondisi ekonomi keluarga secara berlebihan.

Isu ini menambah daftar evaluasi terhadap sistem UKT di Indonesia, khususnya dalam memastikan keadilan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. (dil)

Tags: ASNDPR RIKomisi XUKT

Berita Terkait.

KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Hardiknas 2026, Paskibra dari Daerah 3T dan Papua Warnai Semangat Pendidikan Bermutu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:44
KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Maraknya Kasus Daycare, BSN Ingatkan Penerapan SNI Taman Asuh Ramah Anak

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:31
KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Tantangan Ketenagakerjaan Kompleks, DPR RI: May Day 2016 Momentum Perkuat Kolaborasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:37
KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko

Sabtu, 2 Mei 2026 - 00:34
Bersama Prabowo, KASBI Tanggapi Santai Aksi May Day di Monas
Nasional

Bersama Prabowo, KASBI Tanggapi Santai Aksi May Day di Monas

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:57
Strategi Dua Kaki Prabowo di Hari Buruh: Merangkul Tanpa Memihak
Nasional

Strategi Dua Kaki Prabowo di Hari Buruh: Merangkul Tanpa Memihak

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:03

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    2841 shares
    Share 1136 Tweet 710
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2558 shares
    Share 1023 Tweet 640
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1571 shares
    Share 628 Tweet 393
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1166 shares
    Share 466 Tweet 292
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.