INDOPOSCO.ID – Eskalasi serangan udara Israel di Lebanon pasca-kesepakatan gencatan senjata menimbulkan dampak menghancurkan bagi anak-anak. United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) menyatakan situasi tersebut kini telah mencapai titik yang tidak manusiawi.
“Hanya dalam hitungan menit kemarin, saat berita tentang kesepakatan gencatan senjata regional sempat membangkitkan harapan di seluruh negeri, serangan udara mematikan Israel menghantam seluruh wilayah Lebanon, yang dilaporkan menewaskan 33 anak dan melukai 153 lainnya,” kata UNICEF dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (10/4/2026).
UNICEF menekankan gelombang serangan udara telah menghantam komunitas secara luas, yang berdampak sangat fatal bagi anak-anak dan keluarga di wilayah tersebut.
“Pembantaian terbaru ini menambah jumlah yang mengejutkan, yaitu 600 anak yang tewas atau terluka di Lebanon sejak 2 Maret,” ungkapnya.
UNICEF menerima laporan tentang anak-anak yang dievakuasi dari bawah reruntuhan, sementara yang lain masih hilang dan terpisah dari keluarga mereka.
Lembaga tersebut juga menyebutkan bahwa dari lebih dari satu juta orang yang mengungsi di seluruh Lebanon, diperkirakan 390.000 di antaranya adalah anak-anak.
Hukum humaniter internasional sangat jelas, tambah UNICEF, bahwa warga sipil, termasuk anak-anak, harus dilindungi dan menyerukan kepada semua pihak untuk secara khusus menghentikan penggunaan senjata peledak dengan efek luas di kawasan padat penduduk.
Serangan Israel terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati jeda pertempuran selama dua minggu pada Rabu (8/4/2026). Merespons aksi militer tersebut, PBB mengeluarkan kecaman keras dan mendesak semua pihak untuk menahan diri guna menghindari eskalasi menuju perang terbuka. (dan)











