INDOPOSCO.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan adanya risiko serius terhadap gencatan senjata di Timur Tengah, menyusul serangan mematikan Israel ke Lebanon yang menewaskan sedikitnya 250 orang pada Rabu (8/4/2026).
PBB mengecam keras aksi militer tersebut dan mendesak semua pihak untuk menahan diri demi mencegah perang terbuka.
“Mengutuk hilangnya nyawa warga sipil dan sangat prihatin dengan meningkatnya korban di kalangan warga sipil,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres seperti dilansir dari Sky News, Kamis (9/4/2026).
Ia menambahkan bahwa serangan tersebut menghadirkan ancaman serius bagi stabilitas gencatan senjata dan proses perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.
Guterres menambah deretan tokoh yang mengecam serangan itu, setelah para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia menyampaikan sikap serupa guna mendesak pemberlakuan gencatan senjata di Lebanon.
Presiden Lebanon Joseph Aoun juga mengutuk keras aksi pembantaian oleh Israel, menyusul serangan udara intensif kemarin yang merenggut sedikitnya 250 nyawa.
Kelompok militan Hizbullah di Lebanon yang didukung Iran meluncurkan roket ke wilayah utara Israel semalam, sebagai bentuk respons atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Serangan itu terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati jeda pertempuran selama dua minggu, meskipun terdapat perbedaan pernyataan dari kedua pihak mengenai apakah Lebanon termasuk dalam kesepakatan tersebut. (dan)










