• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Manipulasi AI di JAKI Terungkap, Momentum Evaluasi Sistem Pengaduan Publik

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 8 April 2026 - 17:27
in Megapolitan
Petugas

Ilustrasi - Petugas berdiri di lokasi penanganan aduan warga di Kelurahan Kalisari, Jakarta Timur. Kasus dugaan manipulasi foto berbasis AI dalam laporan JAKI memicu evaluasi terhadap transparansi dan akuntabilitas layanan publik. Foto: Threads/@seinsh

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dugaan manipulasi foto berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam tindak lanjut laporan warga melalui aplikasi JAKI di Kelurahan Kalisari, Jakarta Timur baru-baru ini menjadi sorotan publik. Peristiwa ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat integritas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.

Polemik mencuat setelah adanya indikasi penggunaan gambar hasil rekayasa AI sebagai bukti penanganan laporan warga. Temuan ini memicu kekhawatiran terkait akurasi dan kredibilitas sistem pengaduan digital yang selama ini menjadi andalan pemerintah daerah.

BacaJuga:

Soal Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah Jaksel, Perbakin Klaim Kantongi Izin

Praktik Buang Sampah Ilegal di Kramat Jati Terbongkar, DKI Perketat Pengawasan

Tak Hanya Pembuang, Pemprov DKI Tindak Seluruh Rantai Sampah Ilegal di Kampung Dukuh

Pemerhati Jakarta, Zulfikar Marikar menilai bahwa kasus ini seharusnya tidak dilihat semata sebagai pelanggaran individu, melainkan sebagai titik evaluasi menyeluruh terhadap sistem.

“Peristiwa ini harus dimaknai sebagai momentum evaluasi, bukan hanya persoalan individu. Ini menyangkut akurasi, transparansi, dan akuntabilitas sistem pengaduan publik,” ujar Zulfikar melalui gawai, Rabu (8/4/2026).

Ia menerangkan, tingginya partisipasi masyarakat dalam penggunaan JAKI menunjukkan kepercayaan publik yang masih kuat. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, tercatat lebih dari 62.000 aduan masuk ke sistem tersebut.

“Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat masih percaya. Karena itu, integritas sistem harus benar-benar dijaga,” katanya.

Sebagai respons atas kasus ini, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta mengambil langkah tegas dengan melarang penggunaan AI dalam merespons laporan masyarakat melalui JAKI dan sistem Customer Relationship Management (CRM).

Menurut Zulfikar, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas pelayanan. “Pemanfaatan teknologi harus tetap berada dalam koridor etika dan akuntabilitas. Larangan ini penting agar setiap laporan benar-benar diverifikasi dan mencerminkan kondisi faktual di lapangan,” tegasnya.

Selain itu, langkah disipliner juga dilakukan dengan menonaktifkan Lurah Kalisari, Siti Nur Hasanah, untuk menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menegakkan disiplin aparatur.

“Ini langkah awal yang penting dalam menjaga kepercayaan publik. Penegakan disiplin harus berjalan seiring dengan transparansi,” tutur Zulfikar.

Secara regulatif, prinsip integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) telah ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Regulasi tersebut menekankan pentingnya profesionalitas, akuntabilitas, serta bebas dari penyalahgunaan wewenang dalam pelayanan publik.

Zulfikar mengingatkan bahwa aparatur di lingkungan Pemprov DKI Jakarta harus selaras dengan visi kepemimpinan daerah, tidak hanya cepat dalam merespons laporan, tetapi juga menjunjung tinggi kejujuran.

“Kecepatan respons harus diiringi dengan validitas tindakan. Tanpa itu, kepercayaan publik bisa tergerus,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Zulfikar menekankan bahwa peristiwa ini harus menjadi titik balik untuk memperketat mekanisme verifikasi dan pengawasan internal. Dengan demikian, sistem pengaduan publik tidak hanya cepat dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini momentum untuk berbenah. Sistem yang baik bukan hanya yang cepat, tapi juga yang bisa dipercaya,” tutupnya. (her)

Tags: AIjakiManipulasi AIPemerhati JakartaPengaduan PublikZulfikar Marikar

Berita Terkait.

Senpi
Megapolitan

Soal Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah Jaksel, Perbakin Klaim Kantongi Izin

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:24
Sampah-Ilegal
Megapolitan

Praktik Buang Sampah Ilegal di Kramat Jati Terbongkar, DKI Perketat Pengawasan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:02
DLH
Megapolitan

Tak Hanya Pembuang, Pemprov DKI Tindak Seluruh Rantai Sampah Ilegal di Kampung Dukuh

Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:16
sekolah
Megapolitan

Penemuan Senjata hingga Narkoba di Sekolah Swasta Jaksel, Kuasa Hukum Minta Usut Tuntas

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:02
Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel Jaksel, Ada Luka Tembak dan Pesan Terakhir
Megapolitan

Polisi Selidiki Temuan Senjata Api di Yayasan Sekolah Swasta Jaksel

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:18
pram
Megapolitan

Era AI Mengubah Cara Belajar, Pramono Minta Guru Terus Beradaptasi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:08

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2448 shares
    Share 979 Tweet 612
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2028 shares
    Share 811 Tweet 507
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1990 shares
    Share 796 Tweet 498
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2611 shares
    Share 1044 Tweet 653
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1367 shares
    Share 547 Tweet 342
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.