• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Euforia SNBP Mereda, Orang Tua Mulai Pertanyakan Nilai Kuliah

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 7 April 2026 - 10:56
in Nasional
Mahasiswa
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pasca pengumuman hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, ruang digital Indonesia tidak hanya dipenuhi euforia kelulusan, tetapi juga gelombang kegelisahan baru dari para orang tua. Percakapan di platform seperti Threads dan X dalam sepekan terakhir menunjukkan perubahan cara pandang terhadap pendidikan tinggi dan masa depan anak.

Dari total 806.242 pendaftar, hanya sekitar 178.981 siswa yang berhasil lolos. Angka ini menyisakan ratusan ribu lainnya yang harus mencari jalur alternatif. Namun, perhatian publik kini bergeser. Bukan lagi sekadar soal lolos atau tidak, melainkan tentang relevansi pendidikan tinggi di tengah realitas dunia kerja.

BacaJuga:

Wamenag: Penguatan Pendidikan Vokasi di Madrasah Penuhi Kebutuhan Dunia Industri

Label Nutri Level Dinilai Setengah Hati, Kemenkes Terlalu Kompromistis dengan Industri

Komisi X DPR: TKA Jadi Kunci Pemetaan Pendidikan Nasional, Tapi Perlu Evaluasi Menyeluruh

Kekhawatiran orang tua semakin menguat seiring munculnya kembali isu klasik: lulusan sarjana yang menganggur atau bekerja di luar bidang studinya. Bahkan, profesi yang selama ini dianggap stabil pun tak lagi sepenuhnya aman dari risiko tersebut.

Situasi ini mendorong perubahan perspektif. Jika sebelumnya fokus utama adalah jurusan impian dan nama besar kampus, kini orang tua mulai mempertimbangkan arah karier jangka panjang serta kesesuaian dengan kebutuhan industri.

Diskusi di media sosial pun menguatkan tren ini. Salah satunya disampaikan akun @annisaherdyana di Threads yang menyoroti kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja.

“Bukan berarti background kuliah ga penting ya. Buatku penting, tapi bukan yang paling penting. Banyak faktor lain yang bisa dan harus kita consider untuk kasih gambaran, yaitu seberapa siap orang ini masuk dunia kerja?” tulis @annisaherdyana.

Pandangan ini mencerminkan pergeseran prioritas. Orang tua kini tidak lagi hanya mengejar reputasi kampus, tetapi juga mencari institusi yang mampu membekali mahasiswa dengan kesiapan nyata.

Beberapa aspek menjadi sorotan utama, mulai dari relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri, ketersediaan program magang terintegrasi, hingga penguatan soft skills seperti komunikasi, adaptasi, dan kepemimpinan.

Perubahan ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi semakin dilihat sebagai investasi strategis jangka panjang, bukan sekadar pencapaian akademik. Pertanyaan yang muncul pun menjadi lebih dalam: bukan lagi “kuliah di mana?”, melainkan “apakah pendidikan ini benar-benar mempersiapkan masa depan anak?”

Di tengah persaingan yang semakin ketat dan ketidakpastian ekonomi, institusi pendidikan dituntut untuk tidak hanya menerima mahasiswa, tetapi juga membuktikan perannya sebagai jembatan nyata menuju dunia kerja. (her)

Tags: anakpendidikanSNBP

Berita Terkait.

kemenag
Nasional

Wamenag: Penguatan Pendidikan Vokasi di Madrasah Penuhi Kebutuhan Dunia Industri

Minggu, 19 April 2026 - 17:17
Air-Minum-Dalam-Kemasan
Nasional

Label Nutri Level Dinilai Setengah Hati, Kemenkes Terlalu Kompromistis dengan Industri

Minggu, 19 April 2026 - 15:02
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Komisi X DPR: TKA Jadi Kunci Pemetaan Pendidikan Nasional, Tapi Perlu Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 19 April 2026 - 06:45
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Perkuat Riset Nasional, Kemendiktisaintek dan BRIN Dorong Penguatan Peta Jalan

Minggu, 19 April 2026 - 05:14
Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh
Nasional

Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 19 April 2026 - 04:23
miinuman
Nasional

DPR RI Soroti Risiko Bias Kebijakan Label Gizi di Pangan Siap Saji, jika Pengawasan Lemah

Sabtu, 18 April 2026 - 15:55

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    908 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2528 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.