INDOPOSCO.ID – Penguatan pendidikan vokasi di madrasah harus dilakukan sebagai respons atas kebutuhan pasar kerja atau dunia industri yang terus berkembang.
Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Muhammad Syafi’i dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, madrasah tidak cukup hanya melahirkan lulusan yang religius, tetapi juga harus membekali peserta didik dengan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia industri.
“Pendidikan vokasi ini menjadi solusi,” ucapnya.
Di tengah agenda industrialisasi, hilirisasi, dan swasembada pangan, pendidikan Islam harus melakukan lompatan konkret melalui pengembangan madrasah kejuruan dan program vokasi,” ujar Syafi’i.
Ia menuturkan, pendidikan vokasi di madrasah menjadi salah satu fokus pembenahan dalam reformulasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag).
“Penguatan jalur kejuruan ini diproyeksikan sebagai jawaban atas kebutuhan masa depan sekaligus tuntutan pembangunan nasional yang kian kompetitif,” tuturnya.
Syafi’i menambahkan, di tengah agenda besar pemerintah seperti industrialisasi, hilirisasi, hingga swasembada pangan, madrasah didorong tidak hanya melahirkan lulusan yang religius, tetapi juga memiliki keterampilan praktis.
“Pendidikan vokasi bisa menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan sistem pendidikan Islam,” ucapnya. (nas)










