• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Viral Napi Korupsi Terlihat Ngopi di Kafe, DPR Dorong Sanksi dan Evaluasi Menyeluruh

Dilianto Editor Dilianto
Minggu, 19 April 2026 - 04:23
in Nasional
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira. Foto: Dok DPR RI

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira. Foto: Dok DPR RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira, menyoroti keras viralnya narapidana kasus korupsi yang kedapatan bersantai di kafe bersama petugas rutan. Ia menilai kejadian tersebut mengindikasikan adanya pelanggaran serius, bahkan dugaan praktik suap di lingkungan pemasyarakatan.

“Warga binaan yang bisa berkeliaran di luar rutan hanya mungkin terjadi apabila ada kerja sama dengan petugas,” tegas Andreas dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu (18/4/2026).

BacaJuga:

Kemendiktisaintek Minta Rektor Awasi OSMB untuk Cegah Perploncoan

Menjaga Asa Para Pelaut: Saat Pelabuhan Benoa Jadi Saksi Perlindungan Hak ABK

Wamenkop Dorong Koperasi Naik Kelas Lewat Akses Pasar Global

Kasus ini mencuat setelah seorang napi korupsi bernama Supriadi, yang merupakan warga binaan Rutan Kelas IIA Kendari, viral di media sosial karena terlihat nongkrong di kedai kopi. Supriadi diketahui tengah menjalani hukuman lima tahun penjara terkait kasus korupsi sektor pertambangan saat menjabat sebagai Kepala KUPP Kelas III Kolaka.

Andreas menilai, persoalan ini tidak bisa dilihat semata sebagai pelanggaran individu, melainkan indikasi adanya celah serius dalam sistem pengawasan.

“Harus diselidiki sampai sejauh mana ‘izin khusus’ ini bisa diberikan sehingga napi bisa melenggang ke ruang publik,” ujarnya.

Ia bahkan secara terbuka menyebut praktik seperti ini kerap terjadi akibat suap kepada oknum petugas. Karena itu, ia mendesak penindakan tegas, tidak hanya kepada napi, tetapi juga terhadap petugas yang terlibat.

Menurutnya, kepala rutan juga harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Ia meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan penjelasan transparan kepada publik.

Sementara itu, pihak rutan telah menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) oleh petugas berinisial Y. Petugas tersebut diketahui mengawal Supriadi menghadiri sidang peninjauan kembali (PK), namun tidak langsung membawanya kembali ke rutan dan justru memberi kesempatan singgah di kafe.

Bagi Andreas, langkah pemeriksaan saja tidak cukup. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan, termasuk mekanisme izin keluar, prosedur pengawalan, hingga standar pengawasan berbasis risiko.

“Jika hanya berhenti pada sanksi individual, maka akar masalah kelembagaan tidak akan tersentuh,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga integritas sistem pemasyarakatan, terutama dalam kasus korupsi yang selalu menjadi perhatian publik. Menurutnya, kemunculan napi korupsi di ruang publik dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap keadilan hukum.

“Masalahnya bukan lagi sekadar kapasitas lapas, tetapi konsistensi kontrol terhadap integritas pelaksanaan hukuman,” ujar Andreas.

Ia menambahkan, publik kini cenderung melihat kejadian serupa sebagai pola berulang, bukan insiden tunggal. Hal ini memperkuat persepsi bahwa masih ada perlakuan istimewa bagi narapidana tertentu.

“Yang terganggu bukan hanya disiplin prosedur, tetapi legitimasi sistem hukuman itu sendiri,” pungkasnya. (dil)

Tags: DPR RIKomisi XIIINapi Korupsi Ngopi di Kafe

Berita Terkait.

Belmawa
Nasional

Kemendiktisaintek Minta Rektor Awasi OSMB untuk Cegah Perploncoan

Sabtu, 5 September 2026 - 12:24
Inspeksi-Kapal-Perikanan
Nasional

Menjaga Asa Para Pelaut: Saat Pelabuhan Benoa Jadi Saksi Perlindungan Hak ABK

Sabtu, 5 September 2026 - 11:23
Farida
Nasional

Wamenkop Dorong Koperasi Naik Kelas Lewat Akses Pasar Global

Sabtu, 5 September 2026 - 10:42
Abdul-Mu'ti
Nasional

Dongkrak Mutu Pendidikan Nasional, Mendikdasmen Kejar Revitalisasi 100 Ribu Sekolah

Sabtu, 5 September 2026 - 10:32
Suharyanto
Nasional

Satgas Darat Jadi Tumpuan Utama, BNPB dan Kemenhut Pacu Penanganan Karhutla Gambut di Kalbar

Sabtu, 5 September 2026 - 10:02
MBG
Nasional

Dugaan Keracunan MBG, DPR RI: Pengawasan Tak Cukup Makanan Saja

Sabtu, 5 September 2026 - 09:51

OLAHRAGA

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27
Olahraga

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Editor Laurens Dami
Jumat, 4 September 2026 - 15:30

INDOPOSCO.ID – Super League 2026/27 bakal hadir dengan wajah baru. Bukan soal format kompetisi atau komposisi klub, melainkan aturan permainan yang...

SelengkapnyaDetails
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03
sarinah

Sarinah dan Ghea Fashion Studio Hadirkan Wastra Nusantara dalam Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026

Jumat, 4 September 2026 - 10:20
Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Kamis, 3 September 2026 - 09:12

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.