INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Menlu Rusia Sergey Lavrov membahas langkah-langkah deeskalasi di Timur Tengah dalam pembicaraan telepon terbaru mereka, mempertegas visi bersama dalam menjaga stabilitas kawasan.
Hal itu diungkapkan Duta Besar China untuk PBB Fu Cong melalui akun X pribadinya @ChinaAmbUN pada Senin (6/4/2026). Tiongkok dan Rusia ditekannya menjunjung objektivitas dan keadilan sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
“Wang Yi mengatakan bahwa sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Tiongkok dan Rusia harus menjunjung tinggi keadilan dalam hal benar dan salah, mengambil pendekatan yang objektif dan seimbang, serta berupaya mendapatkan pemahaman dan dukungan yang lebih besar dari komunitas internasional,” kata Fu Cong dalam unggahan di akun X pribadinya, Senin (6/4/2026).
Pihaknya menyampaikan kekhawatiran atas situasi di Timur Tengah yang dinilai kian memprihatinkan, serta intensitas pertempuran yang dilaporkan masih terus mengalami peningkatan.
“Saat ini, situasi di Timur Tengah terus memburuk, dan pertempuran masih terus meningkat,” ujar Fu.
Tiongkok dan Rusia sepakat bahwa untuk mengatasi krisis navigasi di Selat Hormuz secara menyeluruh, komunitas internasional harus mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata tanpa penundaan lebih lanjut.
“Cara mendasar untuk mengatasi masalah navigasi di Selat Hormuz adalah dengan mencapai gencatan senjata dan mengakhiri pertempuran sesegera mungkin,” jelas Fu.
Dalam pembahasan tersebut, Fu menyebutkan bahwa Lavrov mengutarakan keprihatinan mendalam Moskow terhadap peningkatan ketegangan, seraya berpendapat bahwa penghentian aksi militer secara cepat merupakan langkah yang mutlak diperlukan.
Perang antara Iran dan koalisi AS-Israel yang dimulai sekitar 28 Februari 2026 telah berlangsung lebih dari sebulan, menyebabkan ribuan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan gangguan energi global. Harga energi melonjak, jalur perdagangan terganggu, dan pasar keuangan dunia mengalami tekanan besar. (dan)










