INDOPOSCO.ID – Turki berupaya mencegah konflik melebar ke wilayah yang lebih luas. Langkah tersebut mencerminkan kepentingan strategis Turki di kawasan Timur Tengah.
“Meningkatnya ketegangan di berbagai front menjadi sinyal penting. Konflik akan tidak terkendali dan berpotensi menciptakan krisis baru yang melampaui Timur Tengah,” ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Dilansir dari Anadolu, Sabtu (4/4/2026).
Posisi ini menunjukkan upaya Turki menjaga keseimbangan di tengah konflik yang melibatkan banyak aktor global. Ankara berusaha menahan eskalasi dengan tidak berpihak secara langsung, tetapi tetap menekan semua pihak untuk menahan diri.
Langkah tersebut juga mencerminkan kepentingan strategis Turki di kawasan. Sebagai negara yang berada di persimpangan geopolitik, Erdogan menolak baik serangan terhadap Iran maupun aksi balasan yang dinilai berpotensi memperluas konflik kawasan.
Sikap tersebut disampaikan Erdogan dalam percakapan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam pembicaraan tersebut, keduanya membahas dinamika regional yang semakin kompleks dan berisiko meluas.
“Eskalasi konflik Iran tidak boleh dibiarkan menciptakan titik panas baru di kawasan lain,” katanya.
Ia secara khusus mengingatkan agar ketegangan tersebut tidak merembet ke konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung. Selain itu, Turki juga menyoroti ancaman terhadap stabilitas maritim.
“Serangan terhadap kapal sipil di Laut Hitam disebut dapat memperburuk situasi dan mengganggu keamanan regional,” ungkap.
Di sisi lain, Erdogan turut mengkritik kebijakan Pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu. Ia menegaskan langkah-langkah yang berpotensi merusak status Yerusalem tidak dapat diterima. (nas)










