INDOPOSCO.ID – Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh jet tempur F-35 Amerika Serikat untuk kedua kalinya di atas wilayah udara Iran tengah.
Dalam unggahan di kanal Telegram resminya, Kantor Berita Fars melaporkan jet tersebut hancur total saat jatuh. Hingga kini, belum ada informasi mengenai nasib pilot akibat parahnya kerusakan pada badan pesawat.
Sementara itu, laporan lainnya dari Kantor Berita Mehr Iran menyebutkan ledakan dahsyat yang menyertai kecelakaan itu memperkecil peluang pilot untuk menyelamatkan diri menggunakan kursi pelontar.
“Kemungkinan kecil pilot berhasil melontarkan diri akibat ledakan hebat dari kecelakaan tersebut,” tulis laporan Kantor Berita Mehr Iran seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (3/4/2026).
Komando Pusat AS tidak segera menanggapi postingan tersebut, namun membantah klaim sebelumnya dari IGRC bahwa mereka telah menembak jatuh pesawat tempur AS.
Sebuah jet tempur F-35 Amerika Serikat sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan parah dalam misi tempur pada Kamis (19/3/2026), menyusul dugaan serangan dari pihak Iran yang memicu ketegangan baru di kawasan tersebut.
Pesawat tersebut dilaporkan berhasil melakukan pendaratan darurat di sebuah pangkalan udara AS di Timur Tengah dan pilot dalam kondisi selamat
Komando Pusat AS mengakui adanya pendaratan darurat karena masalah teknis/kerusakan setelah misi, namun menegaskan bahwa pesawat tidak jatuh dan pilot selamat.
Pejabat AS sedang menyelidiki laporan mengenai kemungkinan jet tersebut tertembak oleh pihak Iran. Jika terbukti benar, ini akan menjadi jet AS pertama yang dihantam Iran selama perang saat ini, sekaligus pertama kalinya F-35 terkena tembakan musuh. (dan)











