INDOPOSCO.ID – Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, mendesak penghentian segera konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah, menyusul operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dalam konferensi pers, Kamis (2/4/2025), Guterres memperingatkan bahwa dunia saat ini berada di ambang konflik berskala besar yang berpotensi meluas dan membawa dampak global.
“Kita berada di ambang perang yang lebih luas yang akan melanda seluruh Timur Tengah dengan dampak dramatis di seluruh dunia. Jika genderang perang terus berbunyi, eskalasi hanya akan memperburuk situasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa “lingkaran kematian dan kehancuran harus dihentikan,” seraya menyerukan semua pihak untuk mendukung penyelesaian konflik secara damai.
Guterres juga kembali meminta Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan yang dinilai telah menimbulkan penderitaan besar bagi masyarakat sipil serta konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan. Di sisi lain, ia mendesak Iran untuk menahan diri dari aksi balasan yang dapat memperburuk situasi.
Konflik memanas sejak 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut memicu respons Iran yang menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di berbagai negara Timur Tengah seperti Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Eskalasi konflik juga berdampak pada jalur energi global. Ketegangan di kawasan menyebabkan terganggunya Selat Hormuz. (dil)










