INDOPOSCO.ID – Kebijakan Work From Home (WFH) tidak hanya berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga mulai diarahkan untuk sektor swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pemerintah kini tengah menyiapkan aturan resmi guna memperluas penerapan pola kerja fleksibel tersebut.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa pihaknya segera menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait imbauan WFH dan Program Optimasi Energi di tempat kerja.
“Kami akan segera umumkan kepada publik terkait SE untuk perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).
Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan kebijakan WFH bagi ASN yang akan berlaku setiap hari Jumat mulai 1 April 2026. Kebijakan ini akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi budaya kerja nasional yang lebih efisien dan adaptif.
Tak hanya ASN, pemerintah juga mendorong dunia usaha untuk mengikuti langkah serupa, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan operasional masing-masing sektor.
Meski demikian, sejumlah sektor vital dipastikan tetap beroperasi normal dan tidak menerapkan WFH. Di antaranya layanan publik seperti kesehatan, keamanan, dan kebersihan, serta sektor strategis seperti industri, energi, pangan, transportasi, logistik, dan keuangan.
Di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar untuk jenjang dasar hingga menengah tetap dilakukan secara tatap muka lima hari dalam seminggu. Sementara itu, perguruan tinggi—khususnya mahasiswa semester empat ke atas—akan menyesuaikan dengan kebijakan masing-masing institusi.
Selain mendorong fleksibilitas kerja, kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya efisiensi energi nasional dan pengurangan mobilitas, sejalan dengan transformasi menuju sistem kerja yang lebih modern dan berkelanjutan.
Dengan perluasan kebijakan ini, pemerintah berharap tercipta keseimbangan antara produktivitas kerja, efisiensi energi, dan kualitas hidup masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini. (dil)










