INDOPOSCO.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan tengah melakukan penyelidikan atas dua insiden mematikan yang menewaskan 3 personel pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan.
Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, mengatakan UNIFIL telah memulai investigasi untuk mengungkap penyebab dua peristiwa yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam tersebut.
“Unifil telah melakukan penyelidikan untuk menentukan apa yang terjadi dalam dua insiden itu,” ujarnya seperti dikutip BBC News, Rabu (1/4/2026).
Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya intensitas serangan Israel ke Lebanon selatan. Situasi memanas setelah militer Israel mengumumkan rencana peningkatan operasi darat dan udara terhadap kelompok bersenjata Hizbullah.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, menyampaikan hasil awal penyelidikan menunjukkan ledakan terjadi di pinggir jalan akibat alat peledak yang menghantam kendaraan konvoi. Ia juga mendesak Lebanon dan Israel memanfaatkan mekanisme yang tersedia melalui Unifil untuk berdialog.
“Intinya adalah kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon harus dihormati,” tegasnya.
Di sisi lain, militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) membantah keterlibatan dalam insiden tersebut. IDF menyatakan tidak memasang alat peledak di lokasi kejadian dan tidak memiliki pasukan di area tersebut saat ledakan terjadi. Kantor berita Agence France-Presse melaporkan IDF meminta dilakukan peninjauan menyeluruh guna memastikan apakah ledakan dipicu oleh aktivitas Hizbullah atau pihak lain.
Militer Israel melalui Telegram menyebut insiden terjadi di wilayah pertempuran aktif, tempat operasi terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran sedang berlangsung.
Sementara itu, The Straits Times melaporkan ledakan pada 30 Maret menghantam konvoi logistik dan menghancurkan kendaraan di kawasan Bani Haiyyan. Sebelumnya, insiden serupa juga terjadi di pangkalan PBB di sektor timur dekat Adchit Al Qusayr.
Ledakan pertama menyebabkan gugurnya Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon serta melukai tiga prajurit lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.
Insiden berikutnya menewaskan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) lainnya, Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, dilaporkan mengalami luka serius. (nas)










