INDOPOSCO.ID – Pemerintah Iran memberikan izin kepada dua kapal kargo milik Pakistan untuk melintasi Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia yang sebelumnya sempat dikuasai militer Iran.
Kementerian Pelabuhan dan Perkapalan Pakistan mengonfirmasi bahwa dua kapal tersebut, yakni Multan dan P-Aliki, kini telah berhasil melewati selat dan tengah menuju Pelabuhan Karachi.
Dilansir ANTARA melalui Anadolu, Kedua kapal yang mengangkut kargo serta sekitar 80 juta liter minyak mentah itu diperkirakan tiba pada 31 Maret 2026. Sumber terkait menyebutkan bahwa otoritas Iran tidak hanya memberikan izin, tetapi juga mengawal kapal-kapal tersebut hingga melewati batas perairan.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Islamabad bersama Turki dan Mesir saat ini tengah melakukan upaya mediasi untuk meredakan konflik yang kian memanas.
Ini merupakan kali kedua Iran memberikan izin serupa kepada kapal Pakistan. Sebelumnya, kapal tanker minyak Pakistan juga berhasil melintasi Selat Hormuz pada 16 Maret lalu.
Situasi kawasan masih dalam kondisi siaga tinggi sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menyasar Israel serta sejumlah negara di kawasan seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Aksi saling serang tersebut telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan signifikan terhadap pasar global dan jalur penerbangan internasional.
Di tengah situasi tersebut, pemberian izin bagi kapal Pakistan melintasi Selat Hormuz menjadi sinyal penting di tengah upaya menjaga stabilitas jalur logistik energi dunia. (dil)










