INDOPOSCO.ID – Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat mendesak Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk menjelaskan secara rinci anggaran dan rencana belanja proyek sistem pertahanan rudal “Golden Dome”.
Desakan ini muncul karena para legislator menilai proyek tersebut masih minim transparansi serta dinilai belum realistis dari sisi biaya maupun jadwal pelaksanaan.
Dalam laporan yang dikutip dari Bloomberg, Jumat (27/3/2026) sebagaimana dilansir ANTARA, para anggota parlemen sebelumnya telah mengalokasikan hampir 25 miliar dolar AS (sekitar Rp424,5 triliun) untuk proyek tersebut dalam rancangan undang-undang tahun lalu. Namun, tanpa informasi tambahan, mereka mengaku kesulitan menilai kecukupan sumber daya dan arah pengembangan program.
Selain Kongres, kekhawatiran juga datang dari wajib pajak, pelaku industri pertahanan, serta sekutu Amerika Serikat. Ketidakjelasan detail proyek membuat kontraktor ragu mengambil keputusan investasi besar, termasuk dalam pengembangan teknologi baru dan perluasan kapasitas produksi.
Di sisi lain, negara-negara mitra Washington juga membutuhkan kejelasan untuk menentukan bentuk kontribusi yang dapat mereka berikan dalam proyek tersebut.
Proyek “Golden Dome” sendiri diluncurkan oleh Presiden Donald Trump pada Mei 2025. Sistem pertahanan ini dirancang sebagai perisai berlapis yang mengintegrasikan kemampuan darat, laut, dan ruang angkasa guna melindungi wilayah AS dari ancaman rudal.
Total biaya proyek diperkirakan mencapai hampir 175 miliar dolar AS (sekitar Rp2,97 kuadriliun), dengan uji coba besar pertama dijadwalkan berlangsung pada akhir 2028.
Meski ambisius, proyek ini kini berada di bawah sorotan tajam karena dinilai membutuhkan akuntabilitas lebih tinggi sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya. (dil)










