INDOPOSCO.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya menetapkan satu orang tersangka dalam kasus pembunuhan tiga warga sipil, termasuk seorang tenaga kesehatan, yang terjadi di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Daya, Jenny Hengkelare, Rabu (25/3/2026), menjelaskan tersangka berinisial YY ditetapkan setelah penyidik melakukan pemeriksaan mendalam dan menemukan alat bukti yang cukup.
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa kepemilikan barang bukti berupa dua butir amunisi kaliber 5,56 serta satu unit handy talky yang ditemukan terkait dengan tersangka.
Tersangka Ditahan di Mapolres Sorong
Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyidik resmi menetapkan YY sebagai tersangka sejak 23 Maret 2026. Tersangka kemudian ditahan dan dititipkan di ruang tahanan Mapolres Sorong di Aimas untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, dari total 12 orang yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi, sebanyak 11 orang lainnya telah dipulangkan karena tidak terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.
Polisi menegaskan penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam kasus tersebut.
Rangkaian Pembunuhan Terjadi Maret 2026
Kasus pembunuhan di Distrik Bamusbama terjadi dalam dua peristiwa berbeda pada Maret 2026.
Peristiwa pertama terjadi pada 8 Maret 2026, ketika seorang pegawai honorer bernama Abraham Franklin Delano Kambu ditemukan meninggal dunia di Kampung Banfot dengan luka akibat senjata tajam saat dalam perjalanan dari Sorong menuju Distrik Fef.
Peristiwa kedua terjadi pada 16 Maret 2026 di jalan poros Kampung Bangfot, Jogbu, Distrik Bamusbama. Saat itu empat warga sipil yang berboncengan sepeda motor dihadang oleh orang tak dikenal.
Serangan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yakni Yermia Lobo yang merupakan tenaga kesehatan RS Pratama Fef dan Yohanes Edwintus Bido. Dua korban lainnya berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian tersebut ke Pos Satgas TNI.
Polisi Masih Kembangkan Kasus
Polda Papua Barat Daya memastikan proses penyidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap seluruh pelaku dan motif di balik rangkaian pembunuhan tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum. (dam)










