INDOPOSCO.ID – Pemerintah China resmi mendukung Pakistan sebagai mediator konflik Amerika Serikat dan Iran, sebuah langkah strategis yang diharapkan mampu memecah kebuntuan diplomasi antara Washington dan Teheran.
“Gencatan senjata dan pembicaraan damai merupakan tugas-tugas yang lebih mendesak saat ini,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian kepada wartawan di Beijing seperti dilansir dari Al Jazeera, Rabu (25/3/2026).
Pihaknya menyatakan akan menyokong setiap inisiatif yang bertujuan mendinginkan suasana dan membawa kembali semangat diplomasi guna menekan eskalasi situasi.
“China mendukung semua upaya yang dapat meredakan ketegangan, menurunkan eskalasi situasi, dan memulihkan dialog,” ujar Lin Jian.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan kesiapan negaranya untuk memfasilitasi pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran guna meredakan ketegangan di kawasan tersebut.
“Dengan syarat mendapat persetujuan dari AS dan Iran, Pakistan siap dan merasa terhormat menjadi tuan rumah untuk memfasilitasi pembicaraan yang bermakna dan menghasilkan kesepakatan guna penyelesaian komprehensif atas konflik yang sedang berlangsung,” tutur Shehbaz Sharif terpisah seperti dilansir dari Sky News, Selasa (24/3/2026).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa pemerintahannya telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif dengan Iran terkait upaya pengakhiran konflik di kawasan tersebut.
“Saya telah memerintahkan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, tergantung pada keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung,” tutur Trump terpisah melalui akun Truth Social pribadinya @realDonaldTrump, Senin (23/3/2026). (dan)










