Sebelumnya, polisi Israel dilaporkan menggunakan pentungan, granat kejut, dan gas air mata terhadap warga Palestina yang melaksanakan salat di luar tembok Kota Tua sebagai bentuk protes atas penutupan Al-Aqsa selama Ramadan.
Yerusalem Timur yang diduduki memasuki masa hari raya dalam suasana muram. Kawasan Kota Tua yang biasanya dipadati warga Palestina menjelang Idulfitri tampak sepi, menyerupai kota mati.
Israel membatasi akses dengan alasan larangan berkumpul, sementara pedagang Palestina dilarang membuka toko mereka. Hanya apotek dan toko bahan pokok yang diizinkan beroperasi seperti dilansir Anadolu melalui Antara.
Sejumlah pedagang Palestina yang enggan disebutkan namanya karena khawatir atas tindakan balasan Israel mengatakan bahwa pembatasan tersebut menyebabkan tekanan ekonomi yang berat bagi mereka. (aro)










