INDOPOSCO.ID – Di tengah ketegangan global yang terus meningkat, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah, PT Pertamina (Persero) bergerak cepat menyiapkan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Situasi geopolitik yang tidak menentu dinilai berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia, termasuk BBM dan LPG di dalam negeri.
Kesadaran akan dampak global tersebut mendorong perlunya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat diminta ikut berperan aktif agar distribusi dan ketersediaan energi tetap terjaga dalam kondisi apapun.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menyiapkan berbagai skenario operasional untuk memastikan pasokan energi tetap aman di tengah tekanan global.
“Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina telah menjalankan rencana mitigasi dan contingency plan, supaya pasokan energi tetap berjalan dengan baik,” ujar Baron dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).
Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah diversifikasi sumber pasokan energi. Dengan tidak bergantung pada satu kawasan tertentu, Pertamina berupaya memperkecil risiko gangguan distribusi akibat konflik atau dinamika geopolitik.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kesinambungan pasokan, terutama saat jalur distribusi global mengalami hambatan atau ketidakpastian yang sulit diprediksi.
Di sisi lain, koordinasi dengan pemerintah terus diperkuat. Upaya ini bertujuan memastikan kebijakan energi nasional berjalan selaras dengan kondisi lapangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan secara menyeluruh.
Tak hanya fokus pada pasokan, Pertamina juga memperketat pengawasan distribusi energi hingga ke tingkat daerah. Sinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai aturan.
“Pertamina bersama aparat penegak hukum dan Pemerintah Daerah, terus melakukan pengawasan di lapangan untuk memastikan distribusi BBM dan LPG berjalan lancar. Kami juga mendukung penegakan hukum terhadap praktik penimbunan maupun penyalahgunaan energi,” tambah Baron.
Menurut Baron, gejolak global saat ini merupakan tantangan eksternal yang tidak bisa dihindari, melainkan harus dihadapi secara kolektif oleh seluruh elemen bangsa.
Karena itu, Pertamina berkomitmen untuk terus mengoptimalkan seluruh strategi yang dimiliki demi memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, masyarakat juga diajak berperan melalui penggunaan energi yang lebih bijak. Efisiensi konsumsi BBM dan LPG menjadi salah satu langkah sederhana namun berdampak besar.
Selain itu, pemanfaatan energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari, seperti penggunaan peralatan listrik untuk memasak atau memanaskan makanan, mulai didorong agar konsumsi energi lebih terkelola.
“Sejalan dengan imbauan Presiden, Pertamina juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggunakan energi secara bijak sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional,” tutup Baron.
Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi di Indonesia, Pertamina menegaskan komitmennya dalam mendukung target Net Zero Emission 2060. Berbagai program berkelanjutan terus dijalankan sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), sekaligus memperkuat transformasi perusahaan berbasis prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya. (her)










