• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Pemerintah Belum Berencana Naikkan BBM

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 17 Maret 2026 - 10:50
in Headline
spbu

Ilustrasi kendaraan mengisi BBM di SPBU. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus level USD100 per barel memunculkan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Kenaikan ini dipicu oleh memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.

Data Refinitiv pada Senin (16/3/2026) pukul 08.55 WIB menunjukkan harga minyak jenis Brent berada di kisaran USD103,8 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat di level USD98,45 per barel.

BacaJuga:

Di Balik Tragedi Truk Jalan Raya: Saat Nyawa Rakyat Digadaikan demi Efisiensi Logistik

Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan

Pernah Jadi Presiden, Menbud Dukung Mr. Assaat Raih Gelar Pahlawan Nasional

Kenaikan harga minyak global tersebut dinilai berpotensi mendorong naiknya Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP). Jika tren ini berlanjut, tekanan terhadap anggaran energi nasional dan harga BBM domestik bisa meningkat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan, pemerintah saat ini belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM, terutama yang bersubsidi. Menurutnya, pemerintah masih menunggu perkembangan situasi konflik yang memengaruhi harga minyak dunia.

Airlangga mengatakan, pemerintah belum dapat memperkirakan secara pasti berapa lama konflik tersebut akan berlangsung sehingga dampaknya terhadap harga energi juga belum bisa dihitung secara final.

“Angkanya belum terlihat jelas, sehingga belum ada keputusan. Kita juga belum tahu apakah konflik akan berlangsung lama atau justru segera selesai,” ujar Airlangga dalam keterangan, Selasa (17/3/2026).

Meski belum mengambil langkah menaikkan harga BBM, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario sebagai langkah antisipasi. Dalam rapat kabinet, Airlangga memaparkan beberapa asumsi terkait harga ICP dan nilai tukar rupiah terhadap USD.

Pada skenario pertama, harga ICP diperkirakan berada di level USD86 per barel dengan nilai tukar Rp17 ribu per dolar AS. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 5,3 persen dan imbal hasil surat berharga negara (SBN) mencapai 6,8 persen, defisit anggaran diproyeksikan sekitar 3,18 persen dari produk domestik bruto.

Skenario kedua yang lebih moderat memperkirakan harga ICP mencapai US$97 per barel dan kurs rupiah di kisaran Rp17.300 per dolar AS. Pertumbuhan ekonomi diasumsikan sebesar 5,2 persen, dengan imbal hasil SBN naik menjadi 7,2 persen. Dalam kondisi ini, defisit anggaran diperkirakan mencapai 3,53 persen.

Sementara itu, skenario paling pesimistis memperkirakan harga ICP dapat melonjak hingga US$115 per barel dengan nilai tukar rupiah Rp17.500 per USD. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 5,2 persen dan imbal hasil SBN 7,2 persen, defisit APBN berpotensi melebar hingga 4,06 persen.

Lonjakan harga minyak seperti ini sebelumnya pernah terjadi saat konflik Rusia dan Ukraina pada 2022. Saat itu, harga ICP sempat melampaui USD100 per barel pada awal hingga pertengahan tahun, yang kemudian diikuti penyesuaian harga BBM subsidi jenis Pertalite pada September 2022.

Sejak awal Maret 2026, harga minyak dunia kembali melonjak tajam dan mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran serta gangguan pada jalur distribusi minyak strategis di Selat Hormuz.

Situasi tersebut membuat pasar energi global kembali berada dalam kondisi waspada terhadap potensi krisis pasokan minyak. (nas)

Tags: BBMharga minyak duniaKonflik Timur Tengah

Berita Terkait.

Truk
Headline

Di Balik Tragedi Truk Jalan Raya: Saat Nyawa Rakyat Digadaikan demi Efisiensi Logistik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:49
Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan
Headline

Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:40
Assaat
Headline

Pernah Jadi Presiden, Menbud Dukung Mr. Assaat Raih Gelar Pahlawan Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:47
Silmi-Karim
Headline

Buntut Kasus Silmy Karim, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura di Kantor Imigrasi Jaksel

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:27
Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut
Headline

Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:57
Karhutla dan Kekeringan Masih Dominasi, BNPB Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan
Headline

MUI: Fatwa Tak Bisa Diintervensi Negara, Independensi Ulama Harga Mati

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:01

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2297 shares
    Share 919 Tweet 574
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1985 shares
    Share 794 Tweet 496
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1631 shares
    Share 652 Tweet 408
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.