• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

FKBI Soroti Rokok dan Makanan Tinggi GGL sebagai Ancaman Produk Tidak Aman

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 15 Maret 2026 - 21:01
in Nasional
Pembeli

Arsip - Calon konsumen memilih minuman kemasan di sebuah pusat perbelanjaan, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (5/7/2024). Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Momentum Hari Hak Konsumen Sedunia 2026 menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari produk yang berisiko terhadap kesehatan.

Pegiat perlindungan konsumen dan Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menilai masyarakat Indonesia masih menghadapi ancaman serius dari produk yang tidak aman, mulai dari makanan tinggi gula, garam, dan lemak hingga produk tembakau.

BacaJuga:

Jadi Benteng Integritas Pemilu, DKPP Catat 5.894 Aduan dan Pecat 815 Penyelenggara Pemilu dalam 14 Tahun

Hadiri Multaqa Pra-Kongres Umat Islam di Kediri, Pimpinan Darunnajah Tegaskan Posisi Pesantren dan Tanggung Jawab Negara

Universitas Darunnajah dan UIT Lirboyo Kediri Teken MoU, Perkuat Sinergi Kampus Pesantren

Menurut Tulus, maraknya produk makanan dan minuman dengan kandungan GGL tinggi telah menjadi ancaman kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan remaja.

Produk seperti minuman manis dalam kemasan serta makanan ultra proses kini semakin banyak beredar di pasaran dan dikonsumsi secara luas.

“Fenomena makanan dan minuman dengan GGL tinggi menjadi ancaman serius bagi anak-anak dan generasi muda dengan berbagai penyakit degeneratif yang prevalensinya terus meningkat,” kata Tulus.

Salah satu dampaknya terlihat dari meningkatnya angka obesitas pada anak dan remaja di Indonesia yang kini mencapai lebih dari 24,3 persen.

Selain itu, Tulus juga menyoroti tingginya konsumsi rokok di Indonesia yang menurutnya merupakan salah satu bentuk unsafety product yang paling nyata.

Ironisnya, konsumsi rokok kini semakin banyak menyasar kelompok usia muda.

“Prevalensi perokok anak saat ini mencapai sekitar 7,4 persen atau sekitar enam juta anak. Anak-anak ini dijadikan target investasi bagi keberlanjutan bisnis industri rokok,” ujarnya.

Secara keseluruhan, jumlah perokok dewasa di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 70 juta orang, atau sekitar 32 persen dari total populasi.

Sementara itu, penggunaan rokok elektronik juga meningkat pesat dalam satu dekade terakhir. Tulus menyebut prevalensinya bahkan meningkat hingga 10 kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

Ia pun mendukung usulan Badan Narkotika Nasional yang mengusulkan rokok elektronik menjadi barang ilegal.

“Upaya BNN yang mengusulkan rokok elektronik menjadi barang ilegal patut kita dukung. Semoga usulan itu bukan sekadar janji tanpa realisasi,” katanya.

Namun demikian, Tulus menilai langkah perlindungan konsumen masih menghadapi hambatan regulasi. Ia menyoroti belum diterbitkannya aturan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang kesehatan.

Menurutnya, tanpa peraturan menteri sebagai aturan operasional, kebijakan tersebut tidak dapat dijalankan secara efektif.

“Tanpa Permenkes sebagai aturan operasional, maka PP 28/2024 menjadi tersandera dan tidak bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap momentum Hari Hak Konsumen Sedunia dapat menjadi pengingat bagi pemerintah untuk lebih serius melindungi masyarakat dari produk yang berpotensi membahayakan kesehatan. (her)

Tags: FKBIHari Hak Konsumen SeduniamakananMakanan Tinggi GGLProduk Tidak Amanrokoktulus abadi

Berita Terkait.

tito
Nasional

Jadi Benteng Integritas Pemilu, DKPP Catat 5.894 Aduan dan Pecat 815 Penyelenggara Pemilu dalam 14 Tahun

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:18
darunajah
Nasional

Hadiri Multaqa Pra-Kongres Umat Islam di Kediri, Pimpinan Darunnajah Tegaskan Posisi Pesantren dan Tanggung Jawab Negara

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:07
MOU
Nasional

Universitas Darunnajah dan UIT Lirboyo Kediri Teken MoU, Perkuat Sinergi Kampus Pesantren

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:06
Willy-Aditya
Nasional

DPR Kritik Program Kementerian Imipas, Singgung Overkapasitas hingga Narkoba di Lapas

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:45
Agus-Fatoni
Nasional

Kemendagri Ingatkan Daerah: Inovasi adalah Kunci Memperkuat Kemandirian Fiskal

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:44
Rini
Nasional

Kementerian PANRB Dorong Perubahan Nyata Lewat Zona Integritas, Pengusulan Berakhir 30 Juni

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:02

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1472 shares
    Share 589 Tweet 368
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    902 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    898 shares
    Share 359 Tweet 225
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1176 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.