INDOPOSCO.ID – Upaya menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi terus dilakukan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). Salah satunya melalui pengeboran dua sumur sisipan atau infill di Lapangan Kerindingan yang berada di lepas pantai Selat Makassar, Kalimantan Timur.
Program pengeboran tersebut mulai dilaksanakan sejak Februari hingga Maret 2026 sebagai bagian dari strategi pengelolaan lapangan migas yang telah memasuki fase mature. Melalui langkah ini, perusahaan berupaya mengoptimalkan potensi cadangan yang masih tersimpan di reservoir sekaligus menahan laju penurunan produksi alami dari lapangan yang telah lama beroperasi.
Lapangan Kerindingan sendiri merupakan salah satu aset produksi penting di wilayah Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU) PHKT. Lapangan ini pertama kali ditemukan melalui pengeboran sumur eksplorasi KER-1 pada tahun 1972 dan mulai berproduksi pada 1976.
Seiring perjalanan waktu, pengembangan lapangan terus dilakukan secara bertahap. Hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 34 sumur telah dibor dengan capaian produksi kumulatif yang signifikan. Saat ini, Kerindingan menjadi salah satu dari 14 lapangan migas yang dikelola oleh PHKT.
General Manager PHKT, Darmapala, mengatakan bahwa perusahaan secara konsisten melakukan investasi pada kegiatan eksploitasi guna menjaga keberlanjutan produksi di lapangan-lapangan yang telah lama beroperasi.
“Untuk menjaga keekonomian proyek, kami menerapkan praktik-praktik engineering terbaik dalam setiap kegiatan pengeboran. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama, sekaligus meningkatkan kecepatan dan efisiensi biaya pengeboran,” ujar Darmapala dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).
Pengeboran sumur infill merupakan salah satu metode yang umum digunakan dalam pengembangan lapangan mature. Sumur tambahan ini dibor di antara sumur yang telah ada guna memaksimalkan pengambilan cadangan serta meningkatkan produktivitas reservoir yang masih memiliki potensi.
Pada pengembangan di Lapangan Kerindingan, konsep pengeboran difokuskan pada area puncak struktur yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal melalui sumur yang telah ada sebelumnya.
“Rencana pengeboran dua sumur infill ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan pengeboran sebelumnya,” jelas Darmapala.
Melalui program ini, PHKT berharap dapat meningkatkan produksi sekaligus memperkuat kontribusi Lapangan Kerindingan terhadap kinerja perusahaan sepanjang 2026.
”Melalui pendekatan teknis berbasis data dan penerapan standar operasional terbaik, PHKT berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan potensi migas pada lapangan mature sejalan dengan visi dan misi Perusahaan untuk menjadi perusahaan energi nasional terdepan dalam mendukung keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi untuk ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” tambahnya. (her)










