• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Tolak Swasembada Pangan di Tengah Fakta Surplus, IRRI: Itu Bukan Kritik Tapi Penyesatan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 21 April 2026 - 18:38
in Ekonomi
Beras

Ilustrasi gudang beras. Foto: Dokumen Kementan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peneliti di International Rice Research Institute (IRRI) Prof Hasil Sembiring menegaskan, bahwa narasi dalam artikel “Membenahi Logika Swasembada Pangan (Beras) Yang Mengada-ada Amran Sulaiman” tidak lagi berada dalam koridor kritik yang sehat.

Ia menilai tulisan tersebut telah masuk ke wilayah opini yang berpotensi menyesatkan publik. Menurut Sembiring, pola narasi yang dibangun justru mencerminkan pola klasik yang selama ini identik dengan kepentingan mafia pangan meragukan produksi dalam negeri, melemahkan kepercayaan publik, dan pada akhirnya membuka ruang bagi impor.

BacaJuga:

UMKM Binaan PHM Jajaki Peluang Ekspor di Trade Expo Indonesia 2026

KISI: Fundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Tekanan Pasar Saham

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

“Menolak swasembada di tengah fakta surplus bukan lagi kritik, tetapi bentuk penyesatan publik yang berbahaya. Patut kita menduga pernyataan ini berafiliasi mafia beras dan antek asing,” tegas Sembiring dalam keterangan, Selasa (21/4/2026).

Ia menekankan bahwa klaim pengamat ini sebagai “ekonom konstitusi” semestinya diikuti dengan pendekatan berbasis data, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan nasional. Namun yang terlihat justru sebaliknya penolakan terhadap data resmi nasional maupun rujukan internasional yang kredibel.

“Kementan dan Mentan tidak mengeluarkan data. Kita hanya gunakan data tunggal BPS sebagai data resmi. Data FAO dan Amerika pun sangat kredibel dan sejalan BPS. Jadi orang ini tersesat pikirannya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti inkonsistensi dalam narasi tersebut. Di satu sisi mendorong keterbukaan data, namun di sisi lain tidak mampu menunjukkan basis data yang kuat dalam analisisnya sendiri.

“Bicara soal buka data, tetapi tidak memiliki data. Analisis dibangun hanya dari opini dangkal. Ini jelas tidak mencerminkan kapasitas seorang analis kebijakan publik,” ujarnya.

Menurut Sembiring, kondisi ini semakin memperkuat keraguan terhadap kompetensi yang bersangkutan, terlebih dengan adanya klaim sebagai mantan staf di Bappenas. “Sangat tidak kompeten jika disebut sebagai eks staf Bappenas ketika analisis yang disampaikan tidak berbasis data dan bertentangan dengan fakta makro nasional,” ujarnya.

Berdasarkan data tahun 2025/2026, produksi beras nasional tercatat mencapai 34,69 juta ton, sementara kebutuhan nasional berada di kisaran 30,5 juta ton. Dengan demikian, Indonesia berada dalam kondisi surplus yang nyata dan terukur. Data ini juga sejalan dengan proyeksi lembaga internasional seperti FAO dan USDA.

Peningkatan produksi tersebut didukung oleh kenaikan luas panen sebesar 1,3 juta hektare atau 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencerminkan peningkatan indeks pertanaman sebagai hasil kerja sistematis di sektor pertanian.

Tiga program utama menjadi penopang capaian ini, yaitu pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, dan cetak sawah baru. Ketiganya memiliki potensi tambahan produksi sekitar 10,7 juta ton gabah. Dengan pendekatan realistis sebesar 80 persen, realisasi tambahan produksi berada di kisaran 8,58 juta ton gabah atau setara sekitar 4,55 juta ton beras.

“Data tidak pernah berbohong. Yang sering bermasalah adalah cara membaca dan kemauan untuk menerima fakta,” ucapnya.

Transformasi Indonesia dari negara pengimpor menuju negara dengan surplus beras juga terlihat jelas. Pada 2024, Indonesia masih mengimpor sekitar 3,6 juta ton akibat dampak El Nino. Namun pada 2025, impor beras medium turun menjadi nol kilogram.

Selain itu, stok beras pemerintah di Bulog per April 2026 mencapai sekitar 4,9 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah. Stok ini merupakan cadangan resmi negara yang tercatat, diaudit, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam konteks tersebut, Sembiring menilai bahwa narasi yang meragukan swasembada pangan tidak memiliki dasar yang kuat dan berpotensi menyesatkan publik. Ia juga menegaskan bahwa kemunculan DC dengan klaim sebagai staf Bappenas patut dipertanyakan, karena seharusnya memahami data makro nasional secara utuh, bukan justru membangun narasi yang bertentangan dengan fakta.

“Narasi meragukan produksi dalam negeri selalu bermuara pada satu hal: membuka pintu impor,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pola narasi seperti ini selama ini identik dengan kepentingan mafia pangan yang hidup dari ketergantungan impor dan akan terus mencari celah agar Indonesia tidak benar-benar mandiri di sektor pangan.

Hal yang sama diungkapkan Ketua KTNA, Sofyan Noor. Ia juga menyoroti DC sebagai ekonom yang dinilai menulis dengan nada sinis dan kehilangan pijakan, terutama ketika ruang impor yang selama ini menjadi basis argumentasi mulai tertutup.

Menurut Sofyan, narasi semacam itu tidak hanya keliru, tetapi juga mengecilkan perjuangan jutaan petani yang kini mulai merasakan hasil panen yang terserap oleh negeri sendiri.

Selama bertahun-tahun, sebagian pihak membangun wacana krisis untuk membenarkan impor. Namun pola tersebut kini melemah, seiring data BPS, stok Bulog, serta kebijakan pupuk yang semakin berpihak kepada petani.

“Maka benar jika dikatakan, Mentan Andi Amran Sulaiman telah memupus mimpi para ekonom pro-impor beras,” ujar Sofyan.

Dukungan juga datang dari kalangan akademisi. Ketua Pusat Studi SDGs Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Nuning Roadiah, menyampaikan bahwa temuan lapangan memperkuat optimisme terhadap keberhasilan program swasembada pangan.

“Setelah kami melihat langsung ke gudang Bulog, kami sangat mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian dan Bulog. Gudang penuh, dan ini menumbuhkan optimisme bahwa swasembada pangan benar-benar terwujud,” ujarnya.

Nuning menambahkan bahwa dampak program tidak hanya terlihat dari ketersediaan stok, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan petani melalui harga gabah yang lebih baik.

Sementara itu, Menteri Pertanian periode 2000-2004, Prof. Bungaran Saragih, menilai capaian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai langkah strategis dalam menjaga swasembada beras dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya mencerminkan penguatan kebijakan pangan, tetapi juga mendapat pengakuan melalui penghargaan di bidang pangan sebuah pencapaian yang belum pernah diraih pada periode sebelumnya. (nas)

Tags: berasInternational Rice Research InstituteKementanswasembada pangan

Berita Terkait.

phm
Ekonomi

UMKM Binaan PHM Jajaki Peluang Ekspor di Trade Expo Indonesia 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:43
pltp
Ekonomi

KISI: Fundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Tekanan Pasar Saham

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:06
lpdb
Ekonomi

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:02
umkm
Ekonomi

3 Strategi Kementerian UMKM Pulihkan dan Perkuat Usaha di Kepulauan Nias

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35
knecks
Ekonomi

Menanti Payung Hukum Ekonomi Syariah, KNEKS Soroti Celah Regulasi di Sejumlah Sektor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:16
ALLPack Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 1.600 Peserta dari 42 Negara
Ekonomi

ALLPack Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 1.600 Peserta dari 42 Negara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:46

OLAHRAGA

champion
Olahraga

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

INDOPOSCO.ID - Malam Liga Champions 2026/2027 matchday ketiga pada Rabu (21/10/2026) malam hingga Kamis (22/10/2026) dini hari WIB kembali menghadirkan...

SelengkapnyaDetails
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31
Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:40

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2642 shares
    Share 1057 Tweet 661
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1393 shares
    Share 557 Tweet 348
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1275 shares
    Share 510 Tweet 319
  • IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

    1097 shares
    Share 439 Tweet 274
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.