• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Potensi Biomassa Capai 83,4 Juta Ton, PLN EPI Buka Peluang Kolaborasi Energi Hijau

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 6 September 2026 - 13:44
in Ekonomi
Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir, menjadi pembicara dalam ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026 di Jakarta. Foto: Dokumen PLN EPI

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir, menjadi pembicara dalam ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026 di Jakarta. Foto: Dokumen PLN EPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengajak pelaku usaha dan mitra strategis memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem energi hijau berbasis biomassa. Langkah tersebut didukung potensi bahan baku biomassa nasional yang mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan potensi tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari residu pertanian, perkebunan, kehutanan hingga sampah. Pemanfaatannya dinilai tidak hanya dapat mendukung ketahanan energi dan transisi menuju energi rendah karbon, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah.

BacaJuga:

PNM Dorong Anak Nasabah Naik Kelas Lewat Kompetisi Bisnis MEA 2026

Pertamina Drilling Tuntaskan 90 Sumur di Rokan, Efisiensi Pengeboran Terus Digenjot

PT Pegadaian Kembali Gelar “Badai Emas 2026”, Siapkan Total Hadiah 1,88 Kilogram Emas

Hal itu disampaikan Hokkop dalam ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Menurutnya, salah satu keunggulan pengembangan biomassa di Indonesia adalah ketersediaan bahan baku yang tersebar dan berada relatif dekat dengan berbagai pembangkit PLN.

“Semua sumber biomassa itu ada di dekat titik-titik pembangkit milik PLN. Dekat sekali. Potensi ini harus kita bangun menjadi sebuah ekosistem agar memberikan nilai tambah, bukan hanya untuk sektor energi, tetapi juga bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah,” ujar Hokkop.

Berdasarkan pemetaan PLN EPI, Sumatra menjadi wilayah dengan potensi bahan baku biomassa terbesar, yakni sekitar 42,8 juta ton per tahun. Berikutnya Kalimantan dengan potensi 18,9 juta ton dan Jawa sekitar 13,1 juta ton.

Sumber biomassa tersebut antara lain berasal dari residu kelapa sawit, kayu, sekam padi, tebu, jagung hingga limbah perkotaan. Besarnya potensi tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan rantai pasok biomassa yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Untuk mengoptimalkannya, PLN EPI memetakan sumber daya berdasarkan kedekatan dengan pembangkit. Perusahaan juga mengembangkan standardisasi rantai pasok melalui konsep sub-hub, hub, dan main hub.

Sub-hub berfungsi sebagai titik pengumpulan bahan baku. Sementara hub menjadi fasilitas untuk produksi, penyimpanan, serta pengendalian kualitas. Adapun main hub memiliki fungsi yang lebih terintegrasi, mulai dari produksi, blending, penyimpanan hingga pengendalian kualitas sebelum produk dikirim ke pembangkit maupun pengguna lainnya.

Strategi tersebut menjadi bagian dari pengembangan fasilitas hub PLN EPI di sejumlah lokasi strategis hingga 2027. Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kuantitas, kualitas, serta keberlanjutan pasokan biomassa, termasuk melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Gandeng Hampir 200 Mitra

Hokkop mengatakan pengembangan ekosistem biomassa juga membuka peluang besar bagi keterlibatan pelaku usaha lokal. Saat ini, PLN EPI telah berkolaborasi dengan hampir 200 mitra pemasok, dengan sekitar 80 persen di antaranya merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Para mitra tersebut terhubung dengan masyarakat dan sumber bahan baku di berbagai daerah sehingga pengembangan biomassa sekaligus mendorong terbentuknya ekonomi sirkular.

“Jadi ekonomi sirkularnya jalan. 2,5 juta ton itu rata-rata dari kolaborasi antara mitra usaha UMKM dengan teman-teman di desa,” kata Hokkop.

Pengembangan bisnis energi hayati PLN EPI tidak hanya difokuskan pada pemanfaatan biomassa untuk program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Perusahaan juga menyiapkan portofolio bisnis bioenergi melalui lima lini utama, yakni biomassa, compressed biogas (CBG), pengelolaan sampah, bio-charcoal, dan dedieselization.

Dalam peta jalan 2026-2030, volume penggunaan biomassa ditargetkan meningkat dari 3,7 juta ton pada 2026 menjadi 10 juta ton pada 2030. Pada periode yang sama, pengembangan CBG diarahkan mencapai 2.957 BBTU, pengelolaan sampah 251,4 kiloton, bio-charcoal 58,8 kiloton, serta program dedieselization sebesar 25 MW.

Dari pengembangan berbagai lini bisnis tersebut, PLN EPI menargetkan pemanfaatan hingga 20 juta ton limbah per tahun, pengurangan emisi sekitar 12 juta ton CO₂e per tahun, serta penciptaan sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau.

Selain lima lini bisnis tersebut, PLN EPI juga menjajaki pengembangan biohidrogen melalui proses gasifikasi. Hidrogen yang dihasilkan berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk sebagai bahan baku produksi amonia.

Menurut Hokkop, peluang pemanfaatan sumber daya hayati terbuka luas karena karakteristik bahan baku dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri di sekitar wilayah sumber biomassa.

“Kalau kita dekat dengan industri pangan, let’s do this. Kalau dekat dengan industri agro, let’s do this. Kalau dekat dengan industri perkayuan, limbahnya bisa kita kelola menjadi bahan-bahan pengganti fosil. Jadi semua sumber hayati itu sebenarnya bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Dalam ASPEBINDO Bioenergy Business Summit 2026, sejumlah pemangku kepentingan dari sektor industri, pemerintah daerah, asosiasi, dan lembaga sertifikasi turut hadir. Di antaranya VP SBU Certification & Eco Framework PT Sucofindo Bayu Sukma, Bupati Lahat sekaligus Ketua Umum APKASI H. Bursah Zarnubi, Ketua Umum ASPEBINDO Anggawira, serta Sekretaris Jenderal DPP ASPEBINDO Made Nugraha Jaya Wardana.

Kehadiran lintas pemangku kepentingan tersebut memperkuat pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan lembaga terkait dalam membangun ekosistem bioenergi nasional yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi daerah.(rmn)

Tags: biomassaEnergi Hijaupln epi

Berita Terkait.

pnm
Ekonomi

PNM Dorong Anak Nasabah Naik Kelas Lewat Kompetisi Bisnis MEA 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:21
Pertamina Drilling Tuntaskan 90 Sumur di Rokan, Efisiensi Pengeboran Terus Digenjot
Ekonomi

Pertamina Drilling Tuntaskan 90 Sumur di Rokan, Efisiensi Pengeboran Terus Digenjot

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:48
Bea Cukai Purwakarta Gagalkan Penyelundupan 225.000 Batang Rokok Ilegal di Tol Cipali  ​
Ekonomi

PT Pegadaian Kembali Gelar “Badai Emas 2026”, Siapkan Total Hadiah 1,88 Kilogram Emas

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:43
Bea Cukai Purwakarta Gagalkan Penyelundupan 225.000 Batang Rokok Ilegal di Tol Cipali  ​
Ekonomi

Jambore Kumitra 2026 Hadir di Kalsel, Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan dan Pasar

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:36
Bea Cukai Purwakarta Gagalkan Penyelundupan 225.000 Batang Rokok Ilegal di Tol Cipali  ​
Ekonomi

Elnusa dan PHR Garap Survei Seismik 688,5 Km, Bidik Potensi Migas Lampung–Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:26
Ekspor
Ekonomi

Ekspor Indonesia Tembus USD 193,64 Miliar, Kemendag Genjot Produk Lokal

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:08

OLAHRAGA

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12
Olahraga

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Editor Nasuha
Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa pembinaan olahraga usia dini harus berfokus pada pengembangan...

SelengkapnyaDetails
Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34
BLISPI

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    4430 shares
    Share 1772 Tweet 1108
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1169 shares
    Share 468 Tweet 292
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    941 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.