• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

APBN Bukan Andalan Tunggal, Pemerintah Ajak Swasta Jadi Motor Pertumbuhan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Rabu, 22 April 2026 - 16:04
in Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers belum lama ini. Foto: Dok. Kemenkeu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers belum lama ini. Foto: Dok. Kemenkeu

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegaskan arah besar kebijakan ekonomi Indonesia: tumbuh tinggi, tapi tetap terjaga keberlanjutannya. Di tengah lanskap global yang penuh ketidakpastian, pemerintah memilih kombinasi strategi, mulai dari pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran, disiplin fiskal, hingga membuka ruang lebih luas bagi sektor swasta.

Targetnya tidak main-main. Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi jangka panjang di kisaran 7 hingga 8 persen. Sebuah angka ambisius yang menuntut kerja sama erat antara negara dan pelaku usaha.

BacaJuga:

Mesin Ekonomi Baru Dipanaskan, Menkeu Yakin Indonesia Bisa Tumbuh 8 Persen

Transport & Logistics Jadi Andalan PDC, Layanan Terintegrasi Siap Topang Industri Energi

KSTI 2026, Menbud: Kebudayaan Harus Jadi Mesin Kemandirian Ekonomi Bangsa

Sektor swasta menjadi kunci utama. Dengan kontribusi sekitar 90 persen terhadap aktivitas ekonomi nasional, peran dunia usaha dinilai tidak tergantikan. Pemerintah pun memastikan kebijakan yang diambil akan semakin ramah terhadap investasi dan ekspansi bisnis.

“Jadi kebijakan pemerintah akan kita arahkan juga untuk menghidupkan atau membuat private sector tumbuh dan bisa memberi kontribusi yang lebih signifikan ke pertumbuhan ekonomi,” kata Purbaya dalam Simposium PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Di tengah tekanan global—mulai dari konflik geopolitik hingga suku bunga tinggi—fondasi ekonomi Indonesia disebut tetap solid. Pertumbuhan masih stabil di kisaran 5 persen, inflasi terkendali, dan defisit anggaran dijaga di bawah ambang 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto.

Rasio utang pemerintah yang berada di sekitar 40 persen juga menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan fiskal tetap dalam jalur aman. Bahkan, penerimaan negara menunjukkan tren positif. Dalam dua bulan pertama 2026, penerimaan pajak melonjak hingga 30 persen.

Pemerintah juga memiliki bantalan fiskal melalui Saldo Anggaran Lebih (SAL), yang memberi ruang untuk meredam dampak gejolak harga energi global.

“Jadi kondisi kita aman. Defisit terkendali. Buffer cukup. Ini penting, karena di ekonomi modern credibility is everything,” tutur Purbaya.

Di sektor infrastruktur, pendekatan kini lebih selektif. Tidak semua proyek akan dijalankan. Hanya proyek dengan dampak ekonomi tinggi dan efek berganda besar yang akan diprioritaskan.

Dalam strategi ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN tidak lagi diposisikan sebagai sumber pembiayaan utama, melainkan sebagai pemicu investasi. Pemerintah mendorong skema pembiayaan campuran (blended finance) serta kerja sama pemerintah dan swasta untuk mempercepat pembangunan.

Peran lembaga pembiayaan pembangunan seperti PT SMI juga akan diperkuat untuk menjembatani kebutuhan pendanaan proyek-proyek strategis.

“APBN tidak cukup dan memang tidak terancang untuk membiayai semua pembangunan di Indonesia. Seperti saya bilang tadi, hanya 10 persen dari PDB disumbang oleh belanja pemerintah, sisanya private sector. Jadi kita akan dorong blended finance atau public private partnership juga peran development financial institution seperti PT SMI,” tutupnya. (her)

Tags: Ekonomi Nasionalinvestasikebijakan fiskal

Berita Terkait.

KSTI 2026, Menbud: Kebudayaan Harus Jadi Mesin Kemandirian Ekonomi Bangsa
Ekonomi

Mesin Ekonomi Baru Dipanaskan, Menkeu Yakin Indonesia Bisa Tumbuh 8 Persen

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:01
KSTI 2026, Menbud: Kebudayaan Harus Jadi Mesin Kemandirian Ekonomi Bangsa
Ekonomi

Transport & Logistics Jadi Andalan PDC, Layanan Terintegrasi Siap Topang Industri Energi

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:31
KSTI 2026, Menbud: Kebudayaan Harus Jadi Mesin Kemandirian Ekonomi Bangsa
Ekonomi

KSTI 2026, Menbud: Kebudayaan Harus Jadi Mesin Kemandirian Ekonomi Bangsa

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:31
Harga Emas Siap Bergejolak Pekan Depan, Analis Beberkan Titik Kritis
Ekonomi

Harga Emas Siap Bergejolak Pekan Depan, Analis Beberkan Titik Kritis

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:01
Death Toll Among Prospective KDMP Managers Rises; DPD Member Calls for Program Suspension
Ekonomi

Purbaya Tegaskan APBN Harus Jadi Motor Pertumbuhan, Bukan Sekadar Penjaga Stabilitas

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:31
Exciting Adventures on Australia’s Coral Coast, From Swimming to Sailing
Ekonomi

Dukung Layanan Haji, Indo Artha Multitek Perkenalkan Teknologi Smart Health dan Sistem Digital

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:16

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1725 shares
    Share 690 Tweet 431
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1692 shares
    Share 677 Tweet 423
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1616 shares
    Share 646 Tweet 404
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1086 shares
    Share 434 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!
Olahraga

32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jam Tayang Seluruh Pertandingan!

Editor Juni Armanto
Minggu, 28 Juni 2026 - 18:51

INDOPOSCO.ID – Babak gugur Piala Dunia (PD) 2026 resmi bergulir setelah seluruh rangkaian pertandingan fase grup berakhir. Sebanyak 32 tim...

SelengkapnyaDetails
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia: Dibuka Afsel vs Kanada, Ditutup Kolombia Kontra Ghana 

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:34
David-Alaba

Hasil Piala Dunia Grup J: Argentina Sempurna, Austria-Aljazair Lolos Juga

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:51
Pemain-Kolombia

Hasil Piala Dunia Grup K: Portugal Gagal Gusur Kolombia, Kongo Lolos Dramatis

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:49
Pemain-Kroasia

Hasil Piala Dunia Grup L: Kroasia-Ghana Temani Inggris ke 32 Besar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:18
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.