INDOPOSCO.ID – Kinerja sektor hulu minyak dan gas kembali menunjukkan akselerasi yang menjanjikan. Kali ini datang dari keberhasilan pengeboran sumur BNG-079 di Struktur Benuang, Lapangan Adera, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan—sebuah pencapaian yang tak hanya cepat, tetapi juga efisien.
Di bawah operasi PT Pertamina Drilling Services Indonesia, sumur ini berhasil menembus kedalaman 2.559 meter measured depth (mMD) hanya dalam 38 hari. Kecepatan ini menjadi indikator kuat bahwa efisiensi operasional di sektor migas terus bergerak ke arah yang lebih progresif.
Kunci dari capaian ini terletak pada pemanfaatan teknologi walking rig atau cyber rig system—sebuah pendekatan modern yang memungkinkan rig berpindah lokasi tanpa perlu proses bongkar pasang yang kompleks. Hasilnya, waktu mobilisasi dapat ditekan, dan aktivitas pengeboran berjalan lebih mulus tanpa banyak jeda.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga kesiapan menyeluruh dari tim di lapangan.
“Keberhasilan pengeboran sumur BNG-079 menjadi refleksi dari kesiapan teknologi, kapabilitas rig, serta kompetensi sumber daya manusia Pertamina Drilling. Kami terus berinovasi agar operasi berjalan lebih cepat, efisien, dan tetap mengedepankan keselamatan kerja,” ujar Avep dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, peran teknologi menjadi faktor krusial dalam mendorong efisiensi waktu pengeboran secara signifikan.
“Teknologi ini memungkinkan perpindahan rig secara lebih cepat dan aman, sehingga dapat memangkas waktu rig move secara signifikan dan berdampak langsung pada percepatan keseluruhan program pengeboran,” jelasnya.
Namun, di balik keberhasilan teknis tersebut, ada faktor manusia yang tak kalah penting. Operasi berjalan berkat kedisiplinan dan kompetensi tinggi para pekerja di lapangan, yang didukung sinergi dengan masyarakat di wilayah PALI dan Prabumulih serta para pemangku kepentingan lainnya.
“Aspek keselamatan kerja turut menjadi perhatian utama. Pengeboran sumur BNG-079 tercatat mencapai 52.320 jam kerja aman (safe man hours), yang menunjukkan penerapan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) berjalan dengan baik,” tambahnya.
Keberhasilan sumur BNG-079 menjadi bukti bahwa kombinasi teknologi, sumber daya manusia, dan kolaborasi mampu mendorong kinerja sektor hulu migas ke level yang lebih tinggi—sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi nasional. (her)










