INDOPOSCO.ID – Mazda resmi memasuki babak baru di Indonesia dengan meresmikan Mazda Indonesia Plant, fasilitas perakitan kendaraan pertama sekaligus dedicated vehicle assembly plant milik Mazda di Tanah Air. Berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pabrik ini dibangun melalui investasi lebih dari Rp400 miliar sebagai wujud komitmen jangka panjang Mazda terhadap perkembangan industri otomotif nasional.
Peresmian pabrik yang berlangsung pada Senin (28/7/2026) dihadiri jajaran Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Mazda Motor Corporation Jepang, serta Eurokars Group. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi tonggak baru bagi PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) yang sejak 2017 dipercaya sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia.
Mazda Indonesia Plant berdiri di atas lahan hampir 65.000 meter persegi dan dirancang khusus sebagai fasilitas perakitan eksklusif kendaraan Mazda. Berbeda dengan sebagian besar pabrik perakitan yang menggunakan lini produksi bersama, seluruh fasilitas, peralatan, hingga proses produksi di pabrik ini dibangun mengikuti Mazda Global Manufacturing Standards.
Pada tahap awal, Mazda akan merakit Mazda CX-30 sebagai model pertama produksi lokal. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi lebih dari 10.000 unit per tahun melalui sistem operasional dua shift, dengan rencana penambahan model SUV Mazda lainnya secara bertahap sesuai perkembangan pasar.
President Director PT Eurokars Produksi Pratama sekaligus Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, mengatakan pembangunan Mazda Indonesia Plant merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang perusahaan di Indonesia.
“Hari ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Mazda di Indonesia. Melalui investasi ini, kami menghadirkan standar manufaktur global Mazda sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang kami untuk tumbuh bersama Indonesia dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri otomotif nasional,” ujar Ricky.
Menurutnya, pabrik ini dipersiapkan tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mendukung pengembangan model-model baru, memperbesar penggunaan komponen dalam negeri (TKDN), memperkuat industri pendukung otomotif, hingga membuka peluang ekspor di masa mendatang.
Mazda mengusung filosofi Quality Before Volume, yakni menempatkan kualitas sebagai prioritas utama sebelum meningkatkan jumlah produksi. Seluruh proses produksi didukung sistem digital berbasis Manufacturing Execution System (MES) dan Warehouse Management System (WMS) yang memungkinkan setiap komponen dan kendaraan terlacak secara menyeluruh (full traceability). Mulai dari penerimaan komponen Completely Knocked Down (CKD) dari Jepang, proses perakitan, inspeksi, hingga distribusi, semuanya dilakukan sesuai standar global Mazda.
Setiap kendaraan yang selesai dirakit wajib melalui serangkaian pengujian kualitas yang ketat, seperti wheel alignment, headlight test, brake test, kalibrasi sistem Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), water leak test, under body inspection, hingga final inspection sebelum dikirim ke konsumen. Mazda juga membangun dedicated test track di dalam kawasan pabrik dengan berbagai simulasi kondisi jalan, mulai dari Belgian Road, Bump Road, High Frequency Road, hingga lintasan radius putar untuk memastikan performa suspensi, stabilitas, kenyamanan, dan karakter berkendara khas Mazda tetap terjaga.
Selain membangun fasilitas produksi, Mazda menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu investasi utama. Seluruh operator, inspector, engineer, dan supervisor direkrut khusus untuk Mazda Indonesia Plant serta menjalani pelatihan langsung dari tenaga ahli Mazda Motor Corporation Jepang. Mereka dibekali filosofi Monozukuri, semangat Takumi Craftsmanship, serta budaya kerja zero defect mindset, yang menjadi dasar dalam menjaga kualitas kendaraan di setiap tahapan produksi.
Senior Executive Officer ASEAN Business Office Mazda Motor Corporation, Toru Nakajima, mengatakan kualitas kendaraan Mazda selalu berawal dari kualitas manusianya.
“Kami percaya bahwa kualitas dibangun oleh manusia, disempurnakan melalui proses yang disiplin, dan dipertahankan melalui perbaikan yang berkelanjutan. Karena itu, setiap kendaraan yang dirakit di fasilitas ini harus menghadirkan kualitas, craftsmanship, performa, keandalan, dan pengalaman berkendara yang diharapkan pelanggan Mazda di Indonesia,” katanya.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI, Setia Diarta, mengapresiasi investasi Mazda yang dinilai akan memperkuat sektor manufaktur otomotif nasional. Selain meningkatkan aktivitas produksi dalam negeri, kehadiran Mazda Indonesia Plant diharapkan mampu mempercepat alih teknologi, meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia, memperluas penyerapan tenaga kerja, memperbesar penggunaan komponen lokal, hingga membuka peluang ekspor kendaraan rakitan Indonesia di masa depan.
Dengan beroperasinya Mazda Indonesia Plant, Indonesia kini resmi menjadi salah satu basis perakitan Mazda yang menerapkan standar manufaktur global. Langkah tersebut mempertegas komitmen Mazda untuk tumbuh bersama Indonesia melalui investasi berkelanjutan, inovasi manufaktur, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan ekosistem industri otomotif nasional. (srv)


















