• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Strategi PHKT Menjaga Produksi Migas lewat Pengeboran Infill di Kerindingan

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 13 Maret 2026 - 23:31
in Ekonomi
PHKT

Rig Asian Endeavour 1 - PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur. Foto: Dokumen PHKT

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Upaya menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi terus dilakukan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). Salah satunya melalui pengeboran dua sumur sisipan atau infill di Lapangan Kerindingan yang berada di lepas pantai Selat Makassar, Kalimantan Timur.

Program pengeboran tersebut mulai dilaksanakan sejak Februari hingga Maret 2026 sebagai bagian dari strategi pengelolaan lapangan migas yang telah memasuki fase mature. Melalui langkah ini, perusahaan berupaya mengoptimalkan potensi cadangan yang masih tersimpan di reservoir sekaligus menahan laju penurunan produksi alami dari lapangan yang telah lama beroperasi.

BacaJuga:

Siapkan Road Trip Liburan Sekolah, Ini Tips Berkendara Aman dan Nyaman dari Bridgestone

Rayakan Jakarta Fair 2026, Wuling Ajak Pengunjung Jelajahi Inovasi Kendaraan Masa Kini

Sinergi Daewoong dan IAI Kembangkan Kompetensi Apoteker serta Inovasi Layanan Kesehatan

Lapangan Kerindingan sendiri merupakan salah satu aset produksi penting di wilayah Daerah Operasi Bagian Utara (DOBU) PHKT. Lapangan ini pertama kali ditemukan melalui pengeboran sumur eksplorasi KER-1 pada tahun 1972 dan mulai berproduksi pada 1976.

Seiring perjalanan waktu, pengembangan lapangan terus dilakukan secara bertahap. Hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 34 sumur telah dibor dengan capaian produksi kumulatif yang signifikan. Saat ini, Kerindingan menjadi salah satu dari 14 lapangan migas yang dikelola oleh PHKT.

General Manager PHKT, Darmapala, mengatakan bahwa perusahaan secara konsisten melakukan investasi pada kegiatan eksploitasi guna menjaga keberlanjutan produksi di lapangan-lapangan yang telah lama beroperasi.

“Untuk menjaga keekonomian proyek, kami menerapkan praktik-praktik engineering terbaik dalam setiap kegiatan pengeboran. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama, sekaligus meningkatkan kecepatan dan efisiensi biaya pengeboran,” ujar Darmapala dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Pengeboran sumur infill merupakan salah satu metode yang umum digunakan dalam pengembangan lapangan mature. Sumur tambahan ini dibor di antara sumur yang telah ada guna memaksimalkan pengambilan cadangan serta meningkatkan produktivitas reservoir yang masih memiliki potensi.

Pada pengembangan di Lapangan Kerindingan, konsep pengeboran difokuskan pada area puncak struktur yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal melalui sumur yang telah ada sebelumnya.

“Rencana pengeboran dua sumur infill ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan pengeboran sebelumnya,” jelas Darmapala.

Melalui program ini, PHKT berharap dapat meningkatkan produksi sekaligus memperkuat kontribusi Lapangan Kerindingan terhadap kinerja perusahaan sepanjang 2026.

”Melalui pendekatan teknis berbasis data dan penerapan standar operasional terbaik, PHKT berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan potensi migas pada lapangan mature sejalan dengan visi dan misi Perusahaan untuk menjadi perusahaan energi nasional terdepan dalam mendukung keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi untuk ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” tambahnya. (her)

Tags: industri hulu migasKetahanan EnergiPHIPHKT

Berita Terkait.

ban
Ekonomi

Siapkan Road Trip Liburan Sekolah, Ini Tips Berkendara Aman dan Nyaman dari Bridgestone

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:11
jkt fair
Ekonomi

Rayakan Jakarta Fair 2026, Wuling Ajak Pengunjung Jelajahi Inovasi Kendaraan Masa Kini

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:12
iai
Ekonomi

Sinergi Daewoong dan IAI Kembangkan Kompetensi Apoteker serta Inovasi Layanan Kesehatan

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:50
jagung
Ekonomi

Revitalisasi Pangan Lokal Jadi Sorotan, DPR Minta Peran Bulog Dievaluasi

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:08
Persetujuan POD Ronggolawe Jadi Momentum SAKA Dorong Produksi Migas Nasional
Ekonomi

Persetujuan POD Ronggolawe Jadi Momentum SAKA Dorong Produksi Migas Nasional

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:15
Siap Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional, Pegadaian Gelar LEXIS 2026
Ekonomi

Siap Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional, Pegadaian Gelar LEXIS 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:06

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5067 shares
    Share 2027 Tweet 1267
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1491 shares
    Share 596 Tweet 373
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    986 shares
    Share 394 Tweet 247
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1535 shares
    Share 614 Tweet 384
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.