INDOPOSCO.ID – Ada cerita tentang industri energi yang tidak cukup hanya disampaikan melalui angka, laporan, atau siaran pers. Cerita itu terkadang perlu dilihat secara langsung agar gambaran yang diterima publik menjadi lebih utuh.
Hal inilah yang coba dihadirkan PT Elnusa Tbk melalui Media Visit Warehouse BSD di Tangerang Selatan, pada Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Elnusa Journalistic Award (EJA) 2026 sekaligus menjadi kesempatan bagi para jurnalis untuk melihat lebih dekat aktivitas operasional, teknologi, serta inovasi yang dikembangkan Elnusa dalam mendukung industri energi nasional.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, mengatakan bahwa kegiatan peningkatan wawasan bagi kalangan media sebenarnya bukan sesuatu yang baru bagi perusahaan. Namun, pelaksanaan tahun ini dirancang dengan sejumlah pembaruan berdasarkan evaluasi serta masukan dari para jurnalis.
Menurut Rustam, sebelum program disusun, Elnusa juga berdiskusi dengan sejumlah perwakilan media untuk mengetahui hal-hal yang masih dapat dikembangkan dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya.
“Karena kegiatan (EJA) ini sudah memasuki tahun pelaksanaan yang ketiga, kami saat menyusun program juga berdiskusi dengan rekan-rekan media, setidaknya dengan perwakilannya, untuk melihat apa saja yang bisa kami kembangkan ke depannya,” ujar Rustam kepada awak media yang hadir.
Salah satu hasil dari evaluasi tersebut adalah hadirnya kategori visual dalam EJA 2026. Selain itu, Elnusa juga menambahkan kegiatan site visit agar jurnalis dapat melihat langsung aktivitas dan bisnis perusahaan.
“Jadi salah satu hasil evaluasi kami adalah menghadirkan kategori baru, yaitu visual, serta site visit. Harapannya, rekan-rekan media bisa memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai bisnis Elnusa,” katanya.
Rustam menilai penggunaan visual akan membantu masyarakat memahami berbagai pekerjaan serta inovasi yang dilakukan Elnusa. Menurutnya, informasi mengenai bisnis energi akan lebih mudah diterima ketika masyarakat tidak hanya membaca penjelasan, tetapi juga dapat melihat gambaran aktivitasnya secara langsung.
“Kalau sudah ada visual atau gambarnya, harapannya rekan-rekan media sebagai partner Elnusa bisa menyampaikannya kepada masyarakat dan pembaca dengan lebih baik. Dengan begitu, publik dapat memahami lebih lengkap mengenai Elnusa dan berbagai unit bisnisnya,” tutur Rustam.
Dari Warehouse BSD, gambaran mengenai luasnya bisnis Elnusa pun mulai terlihat. Perusahaan tidak hanya menggarap satu bagian dalam rantai industri energi, tetapi menyediakan berbagai layanan dari sektor hulu hingga hilir.
Rustam menjelaskan, pengembangan tersebut sejalan dengan visi Elnusa untuk menjadi perusahaan penyedia jasa energi terkemuka melalui konsep total solution.
“Konsep total solution ini karena bisnis Elnusa cukup lengkap, mulai dari jasa di sektor hulu hingga hilir. Di dalamnya ada geoscience, reservoir services, drilling and workover untuk pemeliharaan sumur, sampai dengan well intervention services,” jelasnya.
Menurut dia, kelengkapan layanan tersebut memungkinkan Elnusa memberikan dukungan kepada klien dalam berbagai tahapan kegiatan. Selain layanan teknis, perusahaan juga memiliki sejumlah layanan penunjang seperti pengelolaan data, warehouse, hingga operation and maintenance.
“Artinya, layanan Elnusa mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari membangun, memelihara, sampai mengoperasikan kegiatan, baik di sektor hulu maupun hilir,” tambahnya.
Tak hanya berbicara mengenai cakupan bisnis, kunjungan ke Warehouse BSD juga membuka kesempatan bagi jurnalis untuk melihat teknologi yang digunakan Elnusa dalam mendukung kegiatan di lapangan.
Pada kesempatan yang sama, VP Asset Reliability & Productivity Warehouse BSD, Nurkholis, menjelaskan salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah Vibroseis. Perangkat tersebut digunakan dalam kegiatan survei seismik, termasuk untuk pekerjaan geohazard dan geotechnical survey.
Menurut Nurkholis, keunggulan Vibroseis salah satunya terletak pada kemampuannya digunakan di wilayah dengan tingkat kepadatan tinggi, termasuk kawasan yang terdapat bangunan bersejarah.
“Elnusa memiliki teknologi yang disebut Vibroseis. Teknologi ini digunakan untuk kegiatan seismik dan dapat diterapkan di kawasan padat penduduk. Jadi ketika ada kebutuhan survei di wilayah yang ramai atau terdapat bangunan bersejarah, Elnusa tetap dapat melaksanakan pekerjaan tersebut,” terang Nurkholis.
Elnusa saat ini memiliki delapan unit Vibroseis. Teknologi tersebut pada awalnya diadopsi dari Australia, tetapi perusahaan juga melakukan pengembangan perangkat secara mandiri untuk menyesuaikan kebutuhan operasional.
“Kami memiliki delapan unit peralatan ini. Teknologinya memang berasal dari Australia, tetapi Elnusa juga melakukan pengembangan sendiri. Salah satunya adalah Minivibroseis yang menggunakan merek Elnusa dan pengoperasiannya dapat dilakukan menggunakan remote,” tutupnya.
Kehadiran Minivibroseis menjadi salah satu gambaran bagaimana kebutuhan di lapangan mendorong pengembangan teknologi yang lebih adaptif. Bagi industri energi, kemampuan menyesuaikan teknologi dengan kondisi wilayah menjadi bagian penting dalam menjaga efektivitas pekerjaan.
Melalui Media Visit Warehouse BSD, Elnusa tidak hanya memperkenalkan fasilitas dan perangkat yang dimiliki, tetapi juga memberikan perspektif yang lebih dekat mengenai bagaimana teknologi digunakan untuk menjawab kebutuhan industri energi.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat semangat EJA 2026 yang tidak berhenti pada kompetisi karya jurnalistik. Melalui site visit, jurnalis mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung proses, teknologi, dan inovasi yang menjadi bagian dari perjalanan bisnis Elnusa.
Dengan pengalaman tersebut, cerita mengenai Elnusa diharapkan tidak hanya berhenti pada informasi mengenai perusahaan, tetapi dapat berkembang menjadi pemberitaan yang lebih kaya, visual, dan mudah dipahami masyarakat. (her)























