INDOPOSCO.ID – Upaya mempercepat transisi energi nasional terus diperkuat melalui pengembangan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. PLN Nusantara Power melalui anak usahanya PLN Nusantara Renewables mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Waduk Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung ini memiliki kapasitas 100 Megawatt Alternating Current (MWac) atau 133 Megawatt-peak (MWp) dan dikembangkan melalui entitas pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI). Kehadirannya menjadi salah satu langkah strategis dalam memanfaatkan aset waduk secara produktif sekaligus mendukung agenda energi bersih nasional.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah, mengatakan proyek ini bukan hanya sekadar pembangunan pembangkit listrik, tetapi juga simbol kolaborasi dan optimalisasi aset energi nasional menuju masa depan yang lebih hijau.
“PLTS Terapung Karangkates merupakan langkah strategis PLN Nusantara Power Group dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan di Indonesia. Kami memandang proyek ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, melainkan simbol kolaborasi, optimalisasi aset nasional, dan upaya bersama untuk mewujudkan masa depan energi yang lebih hijau dan efisien,” ujarnya dalam ketrangannya, Kamis (12/3/2026).
Pengembangan proyek PLTS Terapung Karangkates telah melewati sejumlah tahapan penting sejak perencanaan awal pada 2021 hingga penyusunan studi kelayakan pada 2022. Salah satu tonggak terbaru adalah Soft Launching Ceremony pada 10 Februari 2026, yang menandai dimulainya fase konstruksi proyek.
Sejumlah dokumen utama seperti KKPR PV Plant, Amdal, dan KKPR SF telah diselesaikan. Sementara itu, beberapa perizinan lanjutan seperti PPKH PV Plant SF, IPSDA, serta sebagian komponen LUA/RAUA masih dalam proses dengan target penyelesaian pada Maret 2026.
Selain itu, penataan Keramba Jaring Apung (KJA) di area waduk juga telah diselesaikan pada 31 Januari 2026 sebagai bagian dari penyiapan lokasi proyek.
Dari sisi teknis, proses persetujuan desain masih berjalan, sementara pada sisi pengadaan material, floater untuk kapasitas 5 MW telah tiba di lokasi proyek. Proses fabrikasi komponen utama seperti modul fotovoltaik, inverter, dan struktur floater juga sedang berlangsung.
Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables Ndaru Tri Hatmoko, menjelaskan PLTS Terapung Karangkates diharapkan memberikan manfaat signifikan bagi sistem energi nasional maupun masyarakat sekitar.
“PLTS Terapung Karangkates berpotensi menyediakan listrik bagi sekitar 100 ribu rumah tangga serta menurunkan emisi karbon hingga 181.700 ton CO₂ per tahun,” tuturnya.
Selain manfaat lingkungan, proyek ini juga diproyeksikan membuka sekitar 600 lapangan pekerjaan, meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, serta menarik investasi dan pendanaan internasional.
Secara keseluruhan, area waduk yang dimanfaatkan untuk proyek ini mencapai sekitar 71 hektare atau sekitar 5,3 persen dari total area Waduk Karangkates.
Melalui pengembangan proyek ini, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi energi bersih yang andal, inovatif, dan berkelanjutan guna mendukung target transisi energi Indonesia. (srv)










