• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Harga Minyak Dunia Melejit, Eddy Soeparno Ingatkan Risiko Defisit APBN Tembus 3,6 Persen

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 9 Maret 2026 - 20:10
in Headline
Eddy-Soeparno

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (13/10/2025). Foto: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai dampak lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Menurut Eddy, perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi membuat harga energi global meningkat drastis dan memberi tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

BacaJuga:

Film The Longest Wait Pukau Erick Thohir, Ungkap Kesan di Balik Kisah Pengorbanan Skuad Garuda

Bahlil Pastikan Kontrak Ekspor Gas 2026 Aman, Siapkan Pengamanan untuk 2027

Tanda Tangan Massal, Peserta Aksi Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Bencana Nasional

Pernyataan itu disampaikan Eddy kepada wartawan di Jakarta pada Senin (9/3/2026).

“Harga minyak mentah pada asumsi makro APBN adalah 70 dolar AS per barel dengan defisit terhadap PDB sekitar 2,68 persen. Jika harga minyak naik di atas 100 dolar AS per barel, kemungkinan defisit anggaran bisa menembus lebih dari 3,6 persen,” ujar Eddy.

Harga Minyak Naik Lebih dari 30 Persen

Lonjakan harga energi global terjadi setelah konflik di Timur Tengah meningkat dalam sepekan terakhir.

Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak lebih dari 30 persen hingga mencapai sekitar US$107 per barel, jauh melampaui asumsi harga minyak dalam APBN Indonesia.

Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan tekanan fiskal yang cukup besar bagi Indonesia, terutama karena kebutuhan impor energi nasional masih tinggi.

Indonesia Berpotensi Berebut Pasokan Energi

Eddy menjelaskan bahwa negara-negara besar pengimpor energi seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan kemungkinan akan mencari sumber pasokan minyak alternatif jika konflik di Timur Tengah mengganggu distribusi energi.

Beberapa negara pemasok minyak seperti Nigeria, Angola, dan Brasil diperkirakan akan menjadi tujuan baru bagi negara-negara pengimpor tersebut.

Situasi ini bisa membuat Indonesia harus bersaing dengan negara-negara besar dalam mendapatkan suplai minyak mentah.

“Indonesia berpeluang berebut suplai minyak dengan negara-negara pengimpor besar,” kata Eddy.

Beban Impor Migas Berpotensi Membengkak

Eddy menjelaskan kebutuhan minyak mentah Indonesia saat ini mencapai sekitar 1 juta barel per hari.

Ketika harga minyak global meningkat dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah, biaya impor energi otomatis akan semakin besar.

Data tahun 2025 menunjukkan Indonesia mengimpor sekitar 17,6 juta ton minyak mentah, dan 37,8 juta ton produk petroleum dengan total nilai mencapai US$32,8 miliar atau sekitar Rp551 triliun.

Jika volume impor tetap sama sementara harga minyak naik, kebutuhan devisa Indonesia untuk membeli energi diperkirakan akan meningkat signifikan.

“Kita perlu mewaspadai kondisi disruptif di pasar energi, bukan hanya dari kenaikan harga migas tetapi juga dari sisi ketersediaan pasokan,” ujar Eddy.

Diversifikasi Pasokan Energi

Meski demikian, Eddy meyakini pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi situasi tersebut, termasuk mencari sumber pasokan energi dari berbagai negara.

Diversifikasi pasokan dinilai penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada satu kawasan tertentu.

“Yang perlu kita perhatikan adalah ketahanan fiskal negara pengimpor migas ketika harga energi terus melambung dalam waktu yang cukup panjang,” kata Eddy.

Ia menegaskan bahwa stabilitas energi dan ketahanan fiskal harus menjadi perhatian utama pemerintah di tengah ketidakpastian geopolitik global saat ini. (dam)

Tags: APBNeddy soeparnoMinyak Dunia

Berita Terkait.

tohir
Headline

Film The Longest Wait Pukau Erick Thohir, Ungkap Kesan di Balik Kisah Pengorbanan Skuad Garuda

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:43
bahlil
Headline

Bahlil Pastikan Kontrak Ekspor Gas 2026 Aman, Siapkan Pengamanan untuk 2027

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:07
ttd
Headline

Tanda Tangan Massal, Peserta Aksi Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Bencana Nasional

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:18
Jakarta Kucurkan Rp4,67 Miliar Bantuan Tebus Ijazah untuk 2.810 Warga
Headline

Pengamanan Demo Sumpah Pemuda, Kapolri Dorong Penggunaan Body Cam

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:25
BNPB dan Malaysia Kaji Tawaran Bantuan Operasional dan Teknologi Penanganan Karhutla
Headline

BNPB dan Malaysia Kaji Tawaran Bantuan Operasional dan Teknologi Penanganan Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:18
Oakwood Premier Cozmo Jakarta Hadirkan Pasar Keliling Signature Bazaar, Angkat Karya Pengrajin Lokal
Headline

Komdigi Akui Takedown Konten Demo Agustus 2026, Serahkan Penjelasan ke Meta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:40

OLAHRAGA

Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah
Olahraga

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Editor Dilianto
Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57

INDOPOSCO.ID - Persoalan tata kelola kembali membayangi kompetisi futsal profesional Indonesia. Pergantian struktur organisasi hingga perubahan nama menjadi Asosiasi Futsal...

SelengkapnyaDetails
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5149 shares
    Share 2060 Tweet 1287
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1262 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    986 shares
    Share 394 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
  • APK Kuliah Baru 35 Persen, Alumni Perguruan Tinggi Diminta Ikut Perluas Akses Pendidikan

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.