• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Tokoh dan Aktivis Gelar Doa Bersama serta Refleksi Kemanusiaan di Bandung

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:14
in Nusantara
Warga memasang bunga di foto mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei usai mengikuti majelis tahlil di Islamic Cultural Center, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto : Antara/Sulthony Hasanuddin/YU

Warga memasang bunga di foto mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei usai mengikuti majelis tahlil di Islamic Cultural Center, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto : Antara/Sulthony Hasanuddin/YU

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejumlah tokoh, akademisi, aktivis, dan elemen masyarakat sipil menggelar acara bertajuk “Doa untuk Bangsa dan Dunia; Refleksi untuk Tragedi Umat Manusia” di Aula Dr. K.H. Jalaluddin Rakhmat, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama atas situasi geopolitik global yang dinilai semakin memanas serta dampaknya terhadap kemanusiaan dan stabilitas dunia.

BacaJuga:

CGK Tembus Separoh Penduduk Banten, Wamenkes Apresiasi Andra Soni

KITE Pembebasan Dorong Investasi Produsen Sarung Tangan Semarang Meningkat Pesat

Waspada Gempa Susulan 3 Minggu, Warga NTT Diminta Tak Panik Berlebihan

Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut menghadirkan berbagai tokoh dari kalangan akademisi, organisasi masyarakat, serta pegiat kemanusiaan. Di antaranya Dr. Abdullah Assegaf, Dr. Airlangga Pribadi Kusman, Andar Nubowo, Prof. Arifuddin Ahmad, Azeem Marhendra Amedi, H. Daden Sukendar, Dr. Dina Yulianti Sulaeman, Dwi Rubiyanti Kholifah, KH. Miftah Fauzi Rakhmat, Fachrurozi, Mukhaer Pakkanna, Dr. Neng Hannah, Prof. Robby Habiba Abror, Pak Roberts, KH. Sofwan Yahya, Usman Hamid, H. Wawan Gunawan, serta KH. Zuhairi Misrawi.

Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama sejumlah organisasi masyarakat sipil, antara lain Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI), Nurcholish Madjid Society, Maarif Institute, Majlis Ukhuwah Sunni Syiah Indonesia (MUHSIN), Kajian Kang Jalal (KKJ), Komunitas Islam Madani, serta MADDAH (Muda Madani Hub).

Dalam pernyataan bersama yang disampaikan pada acara tersebut, para peserta menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta ribuan warga sipil yang menjadi korban konflik bersenjata di berbagai wilayah.

“Kami juga mengecam tindakan militer yang dianggap melanggar kedaulatan suatu negara dan bertentangan dengan prinsip-prinsip United Nations Charter,” tandas mereka.

Para tokoh masyarakat sipil menilai eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi memperburuk kondisi global jika tidak segera direspons secara bijak oleh komunitas internasional.

Melalui momentum refleksi tersebut, mereka menyerukan agar negara-negara dunia memberikan tekanan politik kepada pihak-pihak yang terlibat konflik untuk menghentikan provokasi serta serangan militer yang berpotensi memicu konflik berskala lebih luas.

Selain itu, peserta acara juga menyoroti kebijakan luar negeri Indonesia yang dinilai perlu tetap berpegang pada prinsip konstitusi serta politik luar negeri bebas aktif. Mereka menekankan bahwa kebijakan diplomasi Indonesia seharusnya berorientasi pada perdamaian, keadilan, serta penghormatan terhadap kedaulatan negara.

Sejumlah pembicara juga mendorong pemerintah Indonesia agar memperkuat peran diplomasi internasional, termasuk melalui konsolidasi negara-negara Non-Aligned Movement dan Organisation of Islamic Cooperation, untuk memperjuangkan bantuan kemanusiaan dan perlindungan hukum internasional bagi korban konflik.

Para penyelenggara berharap kegiatan doa dan refleksi ini dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga nalar kemanusiaan, konstitusi, serta komitmen terhadap perdamaian dunia di tengah situasi global yang penuh ketegangan. (aro)

Tags: AktivisbandungDoa BersamaIranjabarRefleksi Kemanusiaan

Berita Terkait.

soni
Nusantara

CGK Tembus Separoh Penduduk Banten, Wamenkes Apresiasi Andra Soni

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:23
Fasilitas-KITE
Nusantara

KITE Pembebasan Dorong Investasi Produsen Sarung Tangan Semarang Meningkat Pesat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:26
Warga
Nusantara

Waspada Gempa Susulan 3 Minggu, Warga NTT Diminta Tak Panik Berlebihan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:44
Gempa-Manggarai
Nusantara

Gempa Susulan Dangkal M 4,5 Kembali Hantam Manggarai di NTT Pagi Ini

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:57
Rokok-Ilegal
Nusantara

Bea Cukai Palangkaraya Gagalkan Pengangkutan 1,87 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Bahaur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:00
Ladang-Ganja
Nusantara

Bea Cukai Lhokseumawe Turut Musnahkan Ladang Ganja di Sawang, Aceh Utara

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:09

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.