• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Potensi Besar Bisnis Asuransi di Balik Peningkatan Produksi Migas

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:02
in Ekonomi
BS

Suasana Bincang Santai EITS Jelang Buka Puasa 2026 bertajuk “Potensi Besar Bisnis Asuransi Dibalik Peningkatan Produksi Migas”, di Jakarta, Kamis (5/3/2026). Foto: Dokumen EITS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Upaya pemerintah meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional membuka peluang besar bagi industri asuransi domestik. Namun, untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut secara optimal, diperlukan penguatan kapasitas industri, peningkatan retensi risiko, serta kolaborasi antara pelaku industri migas dan sektor asuransi.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi “Bincang Santai EITS Jelang Buka Puasa 2026: Potensi Besar Bisnis Asuransi Dibalik Peningkatan Produksi Migas”, di Jakarta, Kamis (5/3/2026), yang menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan dari sektor hulu migas dan industri asuransi.

BacaJuga:

AAMRA Perkuat Ekspor Indonesia dan Percepat Arus Barang di ASEAN

Panggung Global Memanas, Indonesia Tawarkan Ladang Peluang Migas Raksasa

BPS: Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

Kepala Divisi Perpajakan, Asuransi dan Perbendaharaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Achmad Rezki Isfadjar, mengatakan potensi bisnis asuransi di sektor hulu migas sebenarnya sangat besar. Industri migas secara konsisten menghadirkan aktivitas investasi yang tinggi sehingga menciptakan kebutuhan proteksi risiko yang berkelanjutan.

Menurutnya, aktivitas di sektor hulu migas terus berjalan dan bahkan meningkat, sehingga peluang untuk memperoleh premi bagi industri asuransi nasional sangat terbuka. Namun tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dimanfaatkan oleh perusahaan asuransi domestik.

“Kalau soal potensi, industri hulu migas itu besar sekali. Aktivitasnya terus ada, premi asuransinya juga ada. Spending dari kontraktor maupun industri pendukung lain juga besar. Tantangannya adalah bagaimana risiko dan kebutuhan asuransi industri hulu migas ini bisa menjadi market untuk rumah kita sendiri secara maksimal,” ungkap Rezki.

Dari sisi operator migas, VP Financing & Treasury PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Villia Sim menilai kebutuhan asuransi ke depan akan semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi dan proyek energi baru di sektor hulu migas.

Ia menjelaskan selain proyek konvensional, PHE juga tengah melihat peluang proyek masa depan seperti teknologi penangkapan karbon yang akan membutuhkan skema asuransi yang berbeda dari sebelumnya.

“Kita juga tidak mau ketinggalan seperti negara lain. Proyek-proyek baru seperti ini tentu membutuhkan dukungan asuransi, tidak hanya dari luar negeri, tetapi juga dari dalam negeri,” ujar Villia.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, Adi Pramana, menjelaskan bahwa karakter risiko industri migas memang berbeda dibanding sektor lain karena tergolong low frequency namun high severity.

Menurutnya, kejadian risiko di sektor migas mungkin jarang terjadi, namun ketika terjadi nilainya bisa sangat besar sehingga membuat perusahaan asuransi cenderung berhati-hati dalam menahan risiko.

“Di industri asuransi, risiko oil and gas dikenal sebagai low frequency, high severity. Kejadiannya jarang, tetapi sekali terjadi nilai klaimnya sangat besar. Karena itu banyak perusahaan memilih mereasuransikan risiko tersebut,” jelasnya.

Adi menambahkan pengalaman panjang dalam menangani risiko migas menjadi faktor penting bagi perusahaan asuransi untuk meningkatkan keberanian dalam menahan risiko. Namun, perkembangan teknologi energi seperti Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) juga menghadirkan tantangan baru karena masih terbatasnya pengalaman industri dalam mengelola risiko tersebut.

Dari perspektif industri asuransi secara keseluruhan, Wakil Ketua AAUI Bidang Teknik 5, Diwe Novara, menyoroti keterbatasan kapasitas permodalan perusahaan asuransi nasional sebagai salah satu tantangan utama dalam meningkatkan retensi risiko di sektor migas.

Ia menyebutkan dari sekitar 70 perusahaan asuransi umum di Indonesia, hanya sekitar 10 perusahaan yang memiliki ekuitas di atas Rp1 triliun, sehingga kemampuan menahan risiko besar masih terbatas.

“Sekitar 70 perusahaan asuransi umum, hanya sekitar 10 yang memiliki ekuitas di atas Rp1 triliun. Itu yang membuat kapasitas retensi industri masih menjadi tantangan,” kata Diwe.

Menurutnya, peningkatan kapasitas industri asuransi nasional dapat dilakukan melalui penguatan ekuitas, peningkatan pengetahuan teknis, serta menjaga kepercayaan pasar reasuransi global terhadap industri asuransi Indonesia.

Diwe juga mendorong pembentukan kembali skema konsolidasi retensi nasional di sektor migas guna memperkuat posisi industri asuransi domestik dalam menangani risiko proyek energi skala besar.

Diskusi ini menegaskan peningkatan produksi migas nasional tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga membuka peluang besar bagi industri asuransi dalam negeri. Dengan penguatan kapasitas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, industri asuransi nasional diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung pengelolaan risiko proyek energi di Indonesia. (rmn)

Tags: asuransiEITSIndustri Asuransi Energiproduksi migas

Berita Terkait.

bc
Ekonomi

AAMRA Perkuat Ekspor Indonesia dan Percepat Arus Barang di ASEAN

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:06
oki
Ekonomi

Panggung Global Memanas, Indonesia Tawarkan Ladang Peluang Migas Raksasa

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:14
BPS: Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Indonesia
Ekonomi

BPS: Konsumsi Rumah Tangga Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:41
geely
Ekonomi

Geely Auto Perkenalkan Inovasi Robotaxi dan Teknologi AI di Auto China 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:06
mitsubishi
Ekonomi

Perluas Layanan di Indonesia Timur, PT Mitsubishi Hadirkan Diler Baru di Gowa

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:05
umkm
Ekonomi

Inovasi dan Kualitas Jadi Kunci, UMKM Bidik Kemitraan di Inabuyer 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 04:04

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3691 shares
    Share 1476 Tweet 923
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.