INDOPOSCO.ID – Struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal 2026 masih didominasi oleh aktivitas domestik. Saat pertumbuhan nasional menyentuh angka 5,61 persen pada triwulan pertama, konsumsi rumah tangga terbukti masih menjadi penopang paling stabil menjaga ketahanan ekonomi dari fluktuasi global.
“Dilihat dari sumber pertumbuhan pada triwulan satu 2026, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar, yakni sebesar 2,94 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, faktor pendorong utama tren tersebut adalah kombinasi dari momentum hari besar keagamaan, seperti Imlek, Nyepi, dan Idulfitri, serta keberlanjutan program prioritas pembangunan pemerintah.
“Hal ini didorong karena memang momentum hari besar keagamaan serta berjalannya program-program prioritas pembangunan pemerintah,” ujar Amalia.
Ia menyatakan berbagai kebijakan ekonomi yang diimplementasikan pemerintah merupakan instrumen yang mampu menopang laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Termasuk paket stimulus ekonomi yang mendorong konsumsi masyarakat, seperti program bantuan pangan.
“Kebijakan ekonomi seperti pengendalian inflasi, tingkat suku bunga acuan, paket stimulus ekonomi, untuk mendorong konsumsi serta kebijakan belanja yang lebih tepat sasaran untuk aktivitas yang lebih produktif, turut mempertahankan stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan satu 2026,” jelas Amalia.
Dari sisi pengeluaran, pemerintah terbukti mampu menjaga daya beli masyarakat secara konsisten. Hal itu tercermin dari porsi kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang bersumber dari konsumsi rumah tangga dengan kontribusi hingga 54,36 persen dan pertumbuhan 5,52 persen.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang tertinggi ada di pengeluaran kelompok restoran dan hotel dengan 7,38 persen dan kelompok transportasi dan komunikasi 6,91 persen. Sementara kelompok makanan dan minuman selain restoran punya andil terhadap pertumbuhan konsumsi rumah tangga di 4,54 persen. (dan)











