INDOPOSCO.ID – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ingin memastikan persiapan KAI dapat memenuhi aspek keselamatan dan perlindungan kepada konsumen tidak hanya di stasiun, tetapi juga selama dalam perjalanan.
Pernyataan tersebut diungkapkan Anggota DPD RI Hilmy Muhammad dalam keterangan, Selasa (3/3/2026). Selain aspek keselamatan dan perawatan sarana-prasarana, Gus Hilmy juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas layanan publik, termasuk pengaturan parkir dan akses masuk stasiun yang kerap mengalami kepadatan.
Ia juga menyampaikan aspirasi terkait fasilitas ruang ibadah dan kenyamanan kursi penumpang di gerbong yang sebelumnya telah disampaikan dalam rapat dengan jajaran direksi KAI.
“Kita ingin tahu bagaimana rencana ke depan Stasiun Yogyakarta ini, karena Jogja ini favorit wisatawan dan mereka senang juga pakai kereta,” katanya.
“Kemudian untuk musala di gerbong kereta itu terus terang terlalu kecil. Idealnya hanya untuk dua orang. Saya sudah sampaikan hal itu dan berharap ada pengembangan ke depan,” sambungnya.
Menjawab hal itu, Executive Vice President (EVP) Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo, menjelaskan, bahwa masa Angkutan Lebaran 2026 ditetapkan selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026, dengan prediksi puncak arus mudik pada 18 Maret dan puncak arus balik setelah Lebaran tanggal 28 Maret.
Ia mengungkapkan, Daop 6 Yogyakarta memproyeksikan total penumpang mencapai lebih dari 400 ribu selama masa angkutan, dengan rata-rata harian di Stasiun Yogyakarta mencapai 15.000 hingga 18.000 penumpang.
“Kami sudah melakukan inspeksi keselamatan prasarana dan sarana, ramp check standar pelayanan minimum di 17 stasiun, serta menyiapkan tambahan perjalanan kereta api,” jelas Bambang. (nas)










