INDOPOSCO.ID – Di usia yang baru menginjak awal 30-an, Mohamad Azzari Jayabaya, yang akrab disapa Amal Jayabaya, mencatatkan namanya sebagai salah satu ketua Kadin termuda di Indonesia. Ia resmi memimpin Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Banten untuk periode 2022-2027, meneruskan estafet kepemimpinan dari ayahnya, H Mulyadi Jayabaya.
Namun, bagi Amal, jabatan bukan sekadar warisan. Ia membuktikan bahwa kepemimpinan adalah soal visi, kerja nyata, dan keberanian membawa perubahan.
Tak banyak yang tahu, jiwa wirausaha Amal sudah tumbuh sejak bangku sekolah dasar. Saat masih kelas 6 SD, ia sudah turun langsung ke kampung-kampung mencari kerbau dan kambing untuk dibeli, diternakkan, lalu dijual kembali.
Dari satu ekor kerbau, ia bisa meraup keuntungan sekitar Rp20 ribu, jumlah yang kala itu cukup untuk kebutuhan jajannya selama sebulan. Bagi Amal kecil, uang itu bukan sekadar nominal, melainkan simbol kemandirian dan kebanggaan atas hasil kerja sendiri.
Pengalaman itu membentuk karakter bisnisnya: berani mengambil peluang, dekat dengan masyarakat akar rumput, dan terbiasa bekerja keras sejak dini.
Terpilih Aklamasi, Bukti Kepercayaan Penuh
Nama Amal Jayabaya menguat dalam Musyawarah Provinsi (Muprov) VI Kadin Banten. Ia maju sebagai calon tunggal dan terpilih secara aklamasi, sebuah sinyal kuat bahwa dunia usaha Banten menaruh harapan besar padanya.
Pelantikannya berlangsung di Atria Hotel, Tangerang, disaksikan langsung Ketua Umum Kadin Indonesia saat itu, Arsjad Rasjid, serta sejumlah tokoh daerah.
Dengan usia sekitar 30–31 tahun saat dilantik, Amal disebut sebagai Ketua Kadin termuda se-Indonesia kala itu. Status ini bukan sekadar catatan usia, melainkan simbol regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi pengusaha terbesar di tanah air.
Di bawah kepemimpinannya, Kadin Banten mengusung semangat “Inklusif dan Kolaboratif,” selaras dengan arah Kadin Indonesia.
Amal menegaskan bahwa Kadin harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah, penghubung antara pelaku usaha dan investor, motor penggerak UMKM, dan penjaga iklim investasi yang sehat.
Ia juga mendorong profesionalisme organisasi, memastikan kepengurusan berjalan aktif dan produktif, serta membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai sektor.
Bagi Amal, Kadin bukan sekadar organisasi formal, tetapi wadah perjuangan ekonomi daerah.
Kepemimpinan Muda dengan Perspektif Baru
Sebagai figur muda, Amal membawa pendekatan yang lebih dinamis dan terbuka terhadap perubahan. Ia memadukan pengalaman bisnis keluarga dengan pemahaman terhadap tantangan ekonomi modern.
Di tengah masa pemulihan pascapandemi, ia hadir dengan optimisme dan semangat membangun kembali ekosistem usaha di Banten. Ia ingin Kadin menjadi ruang tumbuh bagi pengusaha lokal, dari skala UMKM hingga korporasi besar.
“Bantulah kami membuat karya nyata untuk bangsa,” menjadi salah satu pesan yang ia sampaikan saat pengukuhan, menggambarkan kerendahan hati sekaligus tekad kuatnya.
Regenerasi yang Menguatkan
Lahir dari keluarga yang dikenal aktif di dunia usaha dan pemerintahan Banten, Amal tetap berusaha membangun identitas kepemimpinannya sendiri. Ia tak sekadar melanjutkan, tetapi ingin meningkatkan kualitas organisasi.
Baginya, keberlanjutan bukan hanya soal melanjutkan tongkat estafet, tetapi tentang membawa organisasi ke level yang lebih tinggi.
Mohamad Azzari “Amal” Jayabaya adalah representasi generasi baru pemimpin ekonomi daerah, muda, visioner, dan berorientasi kolaborasi. Dari seorang anak SD yang menjual ternak demi uang jajan, kini ia memimpin ribuan pengusaha di Banten.
Perjalanan Amal menjadi bukti bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari usia, melainkan dari keberanian bermimpi besar dan konsistensi dalam bekerja nyata.
Di bawah komandonya, Kadin Banten tidak hanya ingin bertahan, tetapi tumbuh, berdaya saing, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang lebih kuat. (srv)










