INDOPOSCO.ID – Ledakan keras terdengar di Dubai, Uni Emirat Arab, dan ibu kota Qatar, Doha pada Minggu (1/3/2026). Kejadian itu diduga kuat merupakan serangan balasan Iran menyusul ketegangan yang meningkat dengan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.
Berbagai sumber menyebutkan, ledakan keras dan sirine juga terdengar di Kuwait dan asap terlihat membubung dari dekat Kedutaan Besar AS pada Senin (2/3/2026).
Pihak pertahanan sipil Kuwait mengonfirmasi keberhasilan pencegatan sebagian besar drone di dekat Rumaithiya dan Salwa, sebagaimana disiarkan oleh kantor berita resmi negara itu.
Teheran menyatakan akan menargetkan aset militer AS di kawasan tersebut, setelah serangan AS-Israel terhadap Iran berlanjut hingga hari ketiga.
Iran telah menyerang berbagai kawasan di kota-kota Teluk, memperluas dampak konflik terhadap pusat-pusat penerbangan dan perdagangan regional yang penting.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan, bahwa Teheran tidak mencari konfrontasi dengan negara-negara Teluk tetangganya.
“Tidak memiliki masalah dengan negara-negara di seberang Teluk Persia,” kata Abbas Araghchi merujuk pada Teluk yang juga dikenal sebagai Teluk Arab seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin (2/3/2026).
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan telah mengaktifkan peringatan serangan udara dan mendesak warga untuk menuju tempat aman terdekat. Dilaporkan jatuh korban jiwa akibat insiden itu, yakni satu orang di Kuwait, tiga di UEA, serta 16 orang luka-luka di Qatar.
Amerika Serikat, Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab mengeluarkan pernyataan bersama ihwal serangan balasan Iran. Mereka mengecam serangan tersebut di seluruh kawasan dan menegaskan hak mereka untuk membela diri.
“Akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan dan stabilitas mereka, serta melindungi wilayah, warga negara, dan penduduk mereka, termasuk opsi untuk menanggapi agresi,” ujar pernyataan bersama, Minggu (1/3/2026). (dan)










