• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Stabilitas dan Kepastian Hukum, Syarat Mutlak Investasi EBT Versi Pertamina NRE

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 27 Februari 2026 - 22:43
in Internasional
AP

CEO Pertamina New & Renewable Energy, John Anis (dua dari kiri), menjadi pembicara dalam panel “Future of Investments Within Our Borders” pada ASEAN Editors and Economic Opinion Leaders Forum 2026 di Filipina. Foto: Dokumen Pertamina NRE

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah sorotan para pemimpin kawasan dan investor global, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) tampil membawa pesan tegas: masa depan energi bersih ASEAN menuntut keberanian berinvestasi dan kekompakan regulasi. Komitmen itu ditegaskan langsung oleh CEO Pertamina NRE, John Anis, saat berbicara dalam panel “Future of Investments Within Our Borders” pada ASEAN Editors and Economic Opinion Leaders Forum 2026 di Filipina.

Forum yang digelar oleh ASEAN Committee on Business and Investment Promotion bersama Departemen Perindustrian dan Perdagangan Filipina tersebut menjadi panggung strategis yang mempertemukan kepala negara, pembuat kebijakan, dan pelaku industri. Hadir dalam kesempatan itu Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. serta Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, mempertegas bobot diskusi tentang masa depan investasi regional.

BacaJuga:

Wapres JD Vance Batal ke Swiss, Dialog Damai AS-Iran Tertunda

Prabowo Batal Hadiri ASEAN-Russia Summit di Kazan, Istana Ungkap Alasannya

DPR RI Apresiasi Perdamaian AS-Iran, Ingatkan Israel Jangan Ganggu Kesepakatan

Dalam paparannya, John Anis menyoroti fondasi utama yang kerap luput dari sorotan publik: stabilitas. Menurutnya, sektor energi baru dan terbarukan bukanlah permainan jangka pendek.

“Investasi energi bersih bersifat jangka panjang, dengan kebutuhan belanja modal besar dan periode pengembalian yang panjang. Oleh karena itu, selain kelayakan finansial, kestabilan geopolitik, konsistensi kebijakan, kepastian hukum, tata kelola yang transparan, dan konsistensi kebijakan menjadi faktor yang sangat menentukan,” ujar John Anis.

Ia memandang ASEAN berada pada momentum emas. Pertumbuhan ekonomi yang solid dan target peningkatan bauran energi terbarukan hingga 2050 menjadi kombinasi yang sulit diabaikan investor. Namun, peluang itu akan jauh lebih kuat jika negara-negara anggota mampu menyelaraskan regulasi, sehingga tercipta ekosistem bisnis yang terintegrasi dan kompetitif lintas batas.

Sebagai bagian dari Pertamina Group, Pertamina NRE mengedepankan disiplin investasi yang ketat. Setiap proyek ditimbang melalui pendekatan risk-adjusted return, dengan mempertimbangkan premi risiko negara dan sektoral, serta diuji melalui berbagai skenario tekanan geopolitik dan makroekonomi sebelum keputusan akhir diambil.

Langkah ekspansi di luar negeri pun tidak dilepaskan dari kepentingan nasional. Pertamina NRE memastikan setiap investasi memberi dampak balik bagi Indonesia, baik melalui penguatan ketahanan energi, alih teknologi, hingga penciptaan nilai tambah bagi industri dan ekonomi domestik.

Komitmen regional itu sudah terwujud secara konkret di Filipina. Pertamina NRE tercatat memiliki 20 persen saham di Citicore Renewable Energy Corporation (CREC), membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan proyek surya skala besar sekaligus memperluas jejaring kemitraan energi bersih di kawasan.

Tak hanya soal investasi, Pertamina NRE juga mencermati praktik kebijakan Filipina, khususnya dalam implementasi mandatori bahan bakar nabati. Pengalaman tersebut dinilai relevan sebagai referensi untuk mempercepat pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia, mulai dari perumusan regulasi, model bisnis, hingga skema insentif investasi.

Menutup sesi diskusi, John Anis menggarisbawahi bahwa hubungan investor dan negara tuan rumah tak boleh berhenti pada angka-angka transaksi. “Investasi bukan sekadar transaksi, melainkan kemitraan jangka panjang. Diperlukan ambisi bersama, peluang ekonomi yang jelas, serta motivasi untuk berkolaborasi melalui transfer teknologi, penguatan kapasitas lokal, dan tata kelola yang baik,” tegasnya.

Dengan pendekatan strategis tersebut, Pertamina NRE kian mengukuhkan perannya sebagai motor transformasi energi dan katalis investasi hijau di ASEAN, sembari mendorong terciptanya lanskap investasi kawasan yang stabil, transparan, dan kolaboratif. (her)

Tags: EBTinvestasiPertamina NRE

Berita Terkait.

vance
Internasional

Wapres JD Vance Batal ke Swiss, Dialog Damai AS-Iran Tertunda

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:09
Prabowo
Internasional

Prabowo Batal Hadiri ASEAN-Russia Summit di Kazan, Istana Ungkap Alasannya

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:19
Shehbaz Sharif
Internasional

DPR RI Apresiasi Perdamaian AS-Iran, Ingatkan Israel Jangan Ganggu Kesepakatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:47
Video-Kekerasan
Internasional

Viral Dugaan Penganiayaan WNI di Malaysia, DPR Minta Proses Hukum Dikawal Ketat

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:43
Shehbaz-Sharif
Internasional

AS dan Iran Sepakat Damai, Tandatangani Perjanjian Pekan Ini

Senin, 15 Juni 2026 - 11:29
Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan
Internasional

Qatar Sambut Kemajuan Mediasi Pakistan, Perjanjian Damai AS-Iran Kian Dekati Kenyataan

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:05

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7136 shares
    Share 2854 Tweet 1784
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    974 shares
    Share 390 Tweet 244
Kejagung Bongkar Peran Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi MBG
Olahraga

Alasan Granit Xhaka Ambil Penalti di Injury Time saat Swiss Bekuk Bosnia

Editor Juni Armanto
Jumat, 19 Juni 2026 - 16:42

INDOPOSCO.ID – Setelah sempat tersendat di laga pembuka, Swiss akhirnya menemukan ritmenya di laga kedua Piala Dunia 2026 pada Jumat...

SelengkapnyaDetails
Ismael Kone

Piala Dunia 2026: Kemenangan Kanada Diwarnai Cedera Horor Ismael Kone, Jesse Marsch Prihatin

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:37
Hasil Piala Dunia: Bungkam Korsel 1-0, Meksiko Pastikan Langkah ke 32 Besar

Hasil Piala Dunia: Bungkam Korsel 1-0, Meksiko Pastikan Langkah ke 32 Besar

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:47
Piala Dunia 2026: Hugo Broos Puas Afsel Tampil Lebih Agresif saat Imbangi Ceko

Piala Dunia 2026: Hugo Broos Puas Afsel Tampil Lebih Agresif saat Imbangi Ceko

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:01
Hasil Piala Dunia: Kanada Gunduli Qatar, Swiss Menang Meyakinkan atas Bosnia

Hasil Piala Dunia: Kanada Gunduli Qatar, Swiss Menang Meyakinkan atas Bosnia

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:23
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.