INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengkritik keras intervensi Amerika Serikat di berbagai negara, termasuk Venezuela dan Iran, dengan menuding bahwa motivasi utama di balik aksi militer tersebut hanyalah demi menguasai cadangan minyak.
“Amerika Serikat telah secara resmi menyatakan bahwa tidak ada yang bisa mendiktekannya. Mereka hanya peduli dengan kesejahteraan mereka sendiri,” kata Lavrov kepada Televisi Publik Rusia seperti dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, AS siap menghalalkan segala cara termasuk tindakan kriminal terhadap pemimpin negara asing hanya untuk mempertahankan penguasaan atas sumber daya alam yang dibutuhkan Amerika.
“Mereka siap membela kesejahteraan ini dengan cara apa pun-kudeta, penculikan, atau pembunuhan terhadap para pemimpin negara-negara yang memiliki sumber daya alam yang diperlukan untuk orang Amerika,” kritik Lavrov.
“Venezuela, Iran-rekan-rekan Amerika kami tidak menyembunyikan bahwa itu adalah minyak. Mereka memiliki doktrin dominasi di pasar energi dunia,” tambahnya.
Selain itu, ia menyayangkan runtuhnya tatanan hukum internasional yang kini beralih ke konsep kekuatan absolut, di mana kekuasaan dianggap sebagai kebenaran mutlak.
Amerika Serikat dituduh terlibat dalam upaya kudeta dan serangan militer terhadap pemerintahan Venezuela, khususnya terkait penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada awal Januari 2026 yang dianggap sebagai “kudeta lintas negara”. Ketegangan meningkat setelah operasi militer AS pada 3 Januari 2026, yang memicu kekhawatiran global.
Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump meluncurkan operasi militer besar-besaran (Operation Epic Fury) ke Iran, yang melibatkan serangan udara dan laut untuk menghancurkan infrastruktur militer dan fasilitas nuklir.
Serangan itu dipicu eskalasi konflik, termasuk serangan Iran terhadap Israel dan pangkalan AS, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada akhir Februari 2026.(dan)










