• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pasar “Becek” dan Charging Fee Mahal, Mimpi UMKM Naik Kelas Terancam

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 27 Februari 2026 - 22:23
in Ekonomi
Maman

Menteri UMKM Maman Abdurrahman (kanan) menyampaikan paparan dalam Diskusi Media Forum Wartawan UMKM (DM FWUMKM) bertema “Mengawal Momentum UMKM Naik Kelas di Tengah Rekor Penyaluran KUR” di Smesco Startup Hub, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026). Dalam forum tersebut, ia menyoroti “pasar becek” akibat banjir impor serta tingginya charging fee platform digital yang dinilai menghambat daya saing UMKM. Foto: Herry Rosadi/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah kembali menekan pedal pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2026. Targetnya tak main-main: Rp295 triliun dengan 1,37 juta debitur baru. Angka ini naik dari realisasi 2025 sebesar Rp270 triliun, dengan Rp163,9 triliun mengalir ke sektor produktif.

Namun di balik kenaikan plafon itu, persoalan lama belum juga luruh.

BacaJuga:

Literasi Asuransi Masih 45,45 Persen, Generali Indonesia Perluas Jangkauan Edukasi

PHE Bidik Indonesia Jadi Hub CCS Asia, Dorong Dekarbonisasi Lintas Negara

PLN Indonesia Power Gandeng Kejati Sumut Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Hukum

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menilai peningkatan kelas pelaku UMKM belum berjalan optimal. Bukan karena pembiayaan atau program inkubasi, melainkan karena pasar domestik yang tergerus produk impor.

“Pasar Indonesia ini becek, kotor, dan jorok (dengan masifnya produk impor). Sebagus apapun mereka dibantu hari ini sehingga mereka bisa produksi tapi mereka nggak bisa jual barang. Pasar kita dipenuhi barang impor,” kata Maman dalam Diskusi Media Forum Wartawan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (DM FWUMKM) di Smesco Startup Hub, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, banjir impor menjadi problem fundamental yang membuat UMKM sulit naik kelas. Ia mendorong kebijakan terpadu lintas kementerian untuk melakukan “sterilisasi” pasar domestik agar produk lokal mendapat ruang lebih besar.

Selain itu, biaya layanan platform digital juga disorot. Tingginya charging fee saat UMKM berjualan online dinilai ikut memangkas daya saing.

“Untuk itu kami terus mendorong kebijakan dengan lintas Kementerian/ Lembaga untuk amankan pasar domestik, agar intervensi yang sudah dilakukan oleh pemerintah bisa lebih optimal dampaknya,” katanya.

Maman juga menyinggung ketimpangan kredit nasional. Dari total Rp8.149 triliun kredit perbankan, Rp6.569 triliun atau 80,6 persen justru mengalir ke sekitar 50 korporasi besar. Porsi kredit UMKM baru 19,4 persen, masih jauh dari target 25 persen.

“Kita mencatat hari ini kredit untuk UMKM selama ini baru mencapai 19,4 persen. Masih ada sekitar enam persen yang belum mampu dipenuhi,” pungkasnya.

Di sisi lain, Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda, melihat tantangan UMKM tak semata soal impor. Masalah pembiayaan tetap krusial. Tingginya suku bunga dan syarat agunan membuat banyak pelaku usaha bertahan dengan modal sendiri.

“Pada 2015, penyaluran KUR baru mencapai 15 persen, dan meskipun angka ini belum rekor, secara makro penyaluran KUR dan pembiayaan non-KUR untuk UMKM justru mengalami penurunan, terutama pada periode Oktober hingga Desember,” kata Nailul.

Ia menilai realisasi KUR 2025 bukanlah yang tertinggi karena pada 2022 angkanya sempat lebih besar. Meski begitu, dampaknya terasa di desa, 72,3 persen desa sudah terlayani KUR. Namun distribusinya masih berat di sektor perdagangan dan kurang menyentuh industri.

“Penyaluran KUR yang masih berat ke sektor perdagangan dan kurang ke industri menunjukkan adanya ketidakseimbangan. Ini berbeda dengan sektor pertokoan yang justru tumbuh tinggi,” ungkapnya.

Dari lapangan, keluhan berbeda muncul. Sekretaris Jenderal Akumindo, Edy Misero, menyebut realisasi KUR masih jauh dari harapan. Hambatan administratif, terutama soal agunan, dinilai menjadi batu sandungan.

“Ketika administrasi dan laporan keuangan sudah beres, tapi kemudian ditanya sertifikatnya (agunan). Jadi sudah lah, bahasanya peraturan pemerintah di langit: 100 juta tanpa jaminan, tapi di lapangan tetap ditanya agunan,” ujar Edy.

Ia mengkritik sikap perbankan, khususnya bank-bank pelat merah, yang dianggap belum sepenuhnya fleksibel. Bagi pelaku usaha, percepatan pencairan lebih mendesak daripada sekadar bunga murah.

“Kami butuh percepatan, bukan hanya interest murah. Kalau ada interest murah alhamdulillah, tapi Himbara maunya tidak ada kendala. Kalau memang tidak bisa memberikan kemudahan sesuai aturan, ya jujur saja,” terangnya.

Edy mengingatkan, ketika akses KUR tersendat, pelaku UMKM mencari jalan lain, meski berisiko tinggi.

“Kesulitan KUR membuat banyak UMKM ambil dari fintech atau pinjol. Semuanya diambil karena terdesak,” tegasnya.

Di tengah target besar dan angka-angka triliunan rupiah, persoalan klasik masih sama: produksi bisa ditingkatkan, tetapi tanpa pasar yang sehat dan akses kredit yang benar-benar mudah, mimpi UMKM naik kelas berpotensi kembali tertahan.

Diketahui, DM FWUMKM ini terselenggara berkat dukungan dari berbagia pihak diantaranya PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) / PT PLN, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) / PT SMF, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), Aqua, Shopee. (her)

Tags: Kementerian UMKMKURpembiayaanUMKM

Berita Terkait.

generali
Ekonomi

Literasi Asuransi Masih 45,45 Persen, Generali Indonesia Perluas Jangkauan Edukasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:13
utojo
Ekonomi

PHE Bidik Indonesia Jadi Hub CCS Asia, Dorong Dekarbonisasi Lintas Negara

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:12
pltu
Ekonomi

PLN Indonesia Power Gandeng Kejati Sumut Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:11
bahlil
Ekonomi

3 Pekerja Pertamina Raih Tanda Kehormatan dari Presiden, Perkuat Pengabdian di Sektor Energi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:29
rano
Ekonomi

Indeks Inklusi Keuangan Jakarta Capai 99,74 Persen, Bank Jakarta Perkuat Edukasi Masyarakat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:19
lpdb
Ekonomi

Jaga Kepercayaan Publik, LPDB Koperasi Benahi Sinkronisasi Data Keuangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:05

OLAHRAGA

NOC Indonesia
Olahraga

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 12 atlet muda Indonesia bersiap membawa Merah Putih ke panggung dunia melalui Youth Olympic Games (YOG) Dakar...

SelengkapnyaDetails
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31

BERITA POPULER

  • IWBIF

    IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1156 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1315 shares
    Share 526 Tweet 329
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    895 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.