INDOPOSCO.ID – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan mempercepat transformasi kebijakan beasiswa nasional dengan fokus baru: mencetak talenta strategis yang memberi dampak langsung bagi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Sejak diluncurkan pada 2013, LPDP telah menjadi pilar pembiayaan pendidikan tinggi Indonesia. Hingga 2026, program ini telah mendukung 58.444 penerima beasiswa gelar, melibatkan 583.171 peserta program kolaborasi dengan Kemendikbudristek (kini Kemendiktisaintek), serta 42.160 penerima beasiswa kolaborasi dengan Kementerian Agama.
Di sektor riset dan kebudayaan, LPDP mendanai 3.861 proyek riset melalui Dana Abadi Penelitian, mendukung 23 perguruan tinggi menuju universitas kelas dunia, serta menyalurkan Dana Abadi Kebudayaan kepada 3.554 penerima manfaat.
Transformasi kebijakan LPDP sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2021, yang menggeser pendekatan program dari akses pendidikan ke orientasi dampak.
Direktur Utama LPDP, Sudarto menegaskan bahwa beasiswa kini diarahkan untuk memperkuat inovasi nasional dan daya saing global.
“Mulai 2021–2026, program beasiswa diarahkan secara lebih terukur pada bidang-bidang strategis, termasuk STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), industri pangan dan maritim, energi, kesehatan, pertahanan, digitalisasi, termasuk kecerdasan buatan dan semikonduktor, serta hilirisasi, manufaktur, material maju, kewirausahaan, dan industri kreatif,” ujar Sudarto dalam media briefing diJakarta, Rabu (25/2/2026).
Fokus tersebut, lanjuut Sudarto, dirancang untuk menjawab tantangan global, termasuk rendahnya rasio peneliti dan kebutuhan percepatan inovasi ekonomi berbasis pengetahuan.
LPDP juga mempercepat peningkatan jumlah penerima beasiswa. Alumni LPDP bertumbuh dari sekitar 11 ribu pada 2019 menjadi 33 ribu pada 2025, sementara sekitar 38 ribu penerima masih menempuh studi.
“Sebagai gambaran, jumlah alumni LPDP bertumbuh dari sekitar 11 ribu pada 2019 menjadi sekitar 33 ribu pada 2025, sementara saat ini terdapat sekitar 38 ribu penerima yang sedang menempuh studi. Akselerasi ini ditujukan untuk mempercepat kenaikan rasio lulusan S2/S3 agar sebanding dengan negara-negara maju,” jelasnya.
Untuk pemerataan, LPDP memperkuat program afirmasi bagi Putra-Putri Papua, daerah afirmasi, kelompok prasejahtera, penyandang disabilitas, dan atlet berprestasi.
“Hingga Januari 2026, program afirmasi telah menjangkau 14.983 penerima di 127 kabupaten/kota, menegaskan komitmen LPDP dalam menghadirkan kesempatan pendidikan setinggi-tingginya bagi seluruh anak bangsa,” ungkap Sudarto.
“LPDP menargetkan pembentukan satu talent pool nasional yang terintegrasi, menghubungkan lulusan, riset, dan kebutuhan industri. Integrasi ini diperkuat melalui pengembangan platform Talenta LPDP dan perluasan kolaborasi internasional dengan universitas kelas dunia,” tambahnya.
Dengan transformasi regulasi, sistem aplikasi, dan penguatan jejaring global, LPDP berharap menjadi katalisator lahirnya SDM kelas dunia yang menjadi motor inovasi Indonesia menuju 2045. (her)










