• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Bapanas Dorong Satgas Pangan Telusuri Komoditas Dijual di Atas HET-HAP

Dilianto - Editor Dilianto -
Senin, 23 Februari 2026 - 15:05
in Ekonomi
minyak

Ilustrasi - Pedagang menunjukkan kemasan minyak goreng Minyakita di pasar tradisional. Bapanas meminta Satgas Pangan Polri menelusuri distribusi Minyakita yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta Satgas Pangan Polda Metro Jaya menindaklanjuti temuan komoditas pangan yang dijual di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET), khususnya minyak goreng Minyakita yang masih melampaui batas harga pemerintah.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyampaikan hal itu saat inspeksi mendadak di Pasar Agung Depok dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri.

BacaJuga:

Pertamina NRE Gaungkan “AKU NET-ZERO HERO”, Ajak Publik Jadi Bagian Solusi Iklim

MINE Tebar Dividen di Tengah Ekspansi, Sinyal Percaya Diri Pasca IPO

Sambut Bulan Literasi Kripto 2026, Upbit Indonesia Perkuat Edukasi Kripto Lewat Roadshow di Berbagai Kota

Ia mengungkapkan harga beras relatif stabil, dengan beras medium Rp13.500 per kg dan beras premium Rp14.900 per kg, sesuai ketentuan pemerintah. Namun, harga Minyakita masih ditemukan di kisaran Rp17.500–Rp18.000 per liter, padahal HET ditetapkan Rp15.700 per liter.

“Ini yang perlu kita segera benahi karena Minyakita adalah minyaknya pemerintah. Harusnya harganya sesuai dengan harga pemerintah. Tidak ada cerita harganya di atas harga eceran tertinggi,” tegas Sarwo dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Sarwo memastikan Satgas Pangan akan menelusuri rantai distribusi untuk mencari sumber pelanggaran harga tersebut.

“Nanti teman dari Satgas Pangan Polda Metro Jaya akan menelusuri dari mana dapatnya minyak goreng tersebut. Kita harus menelusuri dari hulunya, dari distributornya, dari pabrik mana,” ujarnya.

Menurutnya, jika Minyakita berasal dari Bulog, harga eceran seharusnya Rp15.700 per liter, dengan margin keuntungan pedagang yang dinilai masih wajar. Ia juga meminta pemetaan pasar dilakukan agar harga seragam di pasar rakyat.

Sementara itu, harga gula pasir tercatat Rp17.500–Rp18.000 per kg, daging ayam dan sapi masih sesuai HAP. Sarwo mengingatkan masyarakat agar memperhatikan satuan berat dalam survei harga.

“Tadi harganya Rp48.000, tapi itu 1,3 kg. Jadi mohon nanti ketika menanyakan harga ayam harus ditanya berapa kilo. Kadang-kadang harganya berapa, Rp70 ribu, ternyata per ekor dan beratnya 2,1 kg,” jelasnya.

Harga cabai rawit merah masih tinggi di kisaran Rp100.000–Rp120.000 per kg akibat faktor cuaca, namun pemerintah berharap turun saat panen raya berlangsung.

“Yang harus kita jaga stabilisasi pasokan dan harga pangannya. Sehingga gejolak harga di bulan Ramadan ini tidak akan signifikan. Bapanas saat ini telah memfasilitasi ongkos kirim cabai rawit merah melalui mekanisme Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) yang tentunya akan mendorong penurunan harga di pasar induk dan akan berdampak pada harga di pasar turunan,” jelas Sarwo.

“Sesuai arahan Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, seluruh harga pangan berada di bawah HET maupun HAP. Pemerintah tidak akan mentolerir praktik yang menyebabkan harga melampaui ketentuan dan merugikan masyarakat, terutama di momentum Ramadan dan Idulfitri.” tambahnya. (her)

Tags: BapanasPolda Metro Jayasatgas pangan

Berita Terkait.

pertamina
Ekonomi

Pertamina NRE Gaungkan “AKU NET-ZERO HERO”, Ajak Publik Jadi Bagian Solusi Iklim

Jumat, 24 April 2026 - 22:58
mine
Ekonomi

MINE Tebar Dividen di Tengah Ekspansi, Sinyal Percaya Diri Pasca IPO

Jumat, 24 April 2026 - 19:09
upbit
Ekonomi

Sambut Bulan Literasi Kripto 2026, Upbit Indonesia Perkuat Edukasi Kripto Lewat Roadshow di Berbagai Kota

Jumat, 24 April 2026 - 18:18
Matahari
Ekonomi

MDS Retailing, Evolusi Matahari dalam Menjawab Tren Konsumen Modern

Jumat, 24 April 2026 - 16:06
Pelatihan
Ekonomi

Momentum Kartini 2026, Pertamina Dorong UMKM Naik Level dan Tembus Pasar Global

Jumat, 24 April 2026 - 15:35
BAGS
Ekonomi

Bea Cukai Pacu Industri di Jateng, Produsen Tas Semarang Kantongi Fasilitas Kawasan Berikat

Jumat, 24 April 2026 - 15:15

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1345 shares
    Share 538 Tweet 336
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    836 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    693 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.