INDOPOSCO.ID – Direktur Penerangan Agama Islam, Kementerian Agama (Kemenag) Muchlis M Hanafi menuturkan, Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) ke-55 Tahun 1447 H/2026 bukan sekdar angka. Namun, dalam kegiatan tersebut ada syiar Al Qur’an di Indonesia.
“Tema “Memperkuat Generasi Muda Qur’ani di Era Digital, Wujudkan Indonesia Emas 2045” sangat relevan bahwa Al Qur’an memberi jalan paling lurus bagi generasi muda,” ujar Muchlis saat pengukuhan Dewan Hakim PTQ di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Ia menuturkan, di era digital saat ini banyak sekali informasi yang melimpah, opini yang berseliweran dan nilai-nilai sering kali berbenturan. “Generasi muda hidup dengan informasi yang tanpa batas, mereka butuh petunjuk Al Qur’an,” katanya.
Menurutnya, PTQ ke-55 bukan sekedar ajang kompetisi, tetapi menjadi wadah pendidikan karakter. Sebab, dari panggung ini banyak melahirkan duta-duta Al Qur’an.
“Mereka (duta Al Qur’an) ini menghidupkan pesan-pesan rahmat, pesan-pesan keadilan dari Al Qur’an. Dan kegiatan ini ada edukasi literasi Al Qur’an bagi masyarakat,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama (Dirut) RRI I Hendrasmo mengatakan, tema PTQ ke-55 sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini. Di era digital saat ini, menurutnya, nilai-nilai harrus menjadi pedoman hidup.
“Saat ini banyak perubahan cepat, dituntut berpikir, berinteraksi dengan derasnya informasi. Untuk itu generasi muda harus menjadikan Al Qur’an sebagai sumber belajar dan pedoman hidup,” katanya.
Ia menekankan, PTQ ke-55 bukan sekedar kompetensi, tetapi harus menjadi ruang edukasi, penguatan karakter generasi muda sehingga tumbuh dengan cerdas, moderat dan berkontribusi pada pembangunan di masa depan.
“Dewan hakim, tidak saja menilai secara teknis, tapi juga menjadi teladan keilmuan Al Qur’an. Ini bentuk kepercayaan dan amanah besar yang harus dijalankan secara tanggung jawab dan dengan ikhlas,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan PTQ tidak semata seremoni saja, tetapi menjadi kegiatan berkelanjutan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda kepada Al Qur’an. “Kami komitmen melakukan syiar Al Qur’an. Karena, ini menjadi pondasi penting untuk menyiapkan generasi unggul di masa depan,” ungkapnya.
Diketahui, Radio Republik Indonesia kembali menggelar Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) ke-55 Tahun 1447 H/2026 M sebagai bagian dari komitmen syiar Islam pada bulan suci Ramadan. Ajang yang telah berlangsung sejak 1968 ini menjadi ruang pembinaan generasi muda, dakwah kultural, sekaligus penguatan nilai-nilai Al-Qur’an melalui media penyiaran publik.
PTQ RRI ke-55 membuka empat kategori lomba, yakni Tilawah, Tahfidz Al-Qur’an, Tausiyah, dan Tartil Sensorik Netra. Pendaftaran peserta dilakukan secara daring pada 9 hingga 16 Februari 2026 melalui tautan resmi panitia, dengan proses penilaian/kurasi berlangsung pada 18 hingga 24 Februari 2026 menggunakan sistem digital guna menjamin akurasi dan transparansi.
Kategori tilawah diikuti peserta umum dari seluruh satuan kerja dan stasiun produksi RRI se-Indonesia, sementara kategori Tausiyah, Tahfidz, dan Tartil Sensorik Netra diikuti utusan dari 17 korwil RRI. Total peserta yang telah terdaftar mencapai 1.588 orang, dengan batas usia 17 hingga 30 tahun untuk Tilawah, Tausiyah, dan Tahfidz, serta 17 hingga 35 tahun untuk Tartil Sensorik Netra. (nas)











