INDOPOSCO.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim mampu menorehkan sejarah dengan merealisasikan anggaran puluhan triliun rupiah hanya dalam waktu 1,5 bulan. Capaian itu menjadi serapan anggaran tertinggi oleh sebuah lembaga dalam sejarah Republik Indonesia.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, realisasi anggaran tersebut untuk mendukung operasional seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap wilayah Indonesia.
“BGN sudah mencairkan Rp32,1 triliun dan belum pernah ada sepanjang sejarah republik ada sebuah kementerian yang sudah mencairkan Rp31,1 triliun dalam waktu 1,5 bulan,” kata Dadan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2025 di Jakarta dikutip Senin (16/2/2026).
Dalam skemanya, dana tersebut disalurkan menjadi tiga bagian: membeli bahan baku, menutupi biaya operasional, dan memberikan insentif bagi mereka yang membantu menyukseskan program.
“70 persen untuk beli bahan baku, 20 persen untuk bayar operasional dan 10 persen untuk memberikan insentif kepada mereka yang melakukan bantuan di dalam program makan bergizi gratis,” ucap Dadan.
Berdasarkan kajian BPS tahun 2025, dijelaskan bahwa setiap satu rupiah yang dikeluarkan oleh Badan Gizi Nasional diproyeksikan memiliki dampak multiplikasi ekonomi.
“BPS sudah memberikan kajian bahwa 1 rupiah, yang dikeluarkan oleh badan gizi itu akan menumbuhkan ekonomi kurang lebih tujuh kalinya,” ujar Dadan.
Pagu anggaran BGN tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp268 triliun dalam APBN, dengan total potensi kelolaan mencapai Rp335 triliun (termasuk dana cadangan Rp67 triliun). Mayoritas anggaran (95,4 persen) dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp248,28 triliun, sisanya untuk operasional dan pengawasan. (dan)










