• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kementan Perkuat Pengembangan Jagung Pangan untuk Pasok Industri

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 15 Februari 2026 - 06:32
in Nasional
Jagung

Ilustrasi - Petani memanen jagung. ANTARA/HO-Humas Bapanas

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan komoditas jagung pangan untuk mendukung kebutuhan industri pangan nasional sekaligus memperkuat pasokan di dalam negeri.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Yudi Sastro mengatakan kebijakan pengembangan komoditi jagung menjadi bagian dari target swasembada jagung 2026 dengan proyeksi produksi mencapai 18 juta ton pipilan kering.

BacaJuga:

Ketua DPD RI Dorong Bali Jadi Pelopor Gerakan Memilah Sampah Nasional

Tsunami Politik Jika Permohonan Gugatan PHPU Pilpres 2024 Dikabulkan MK

Jadi Tersangka Korupsi, Polri Segera Periksa Bupati Gowa Sitti Husniah

“Melalui penguatan kemitraan dan hilirisasi, jagung tidak hanya menjadi komoditas pakan, tetapi juga sumber bahan baku industri pangan bernilai tambah tinggi bagi ekonomi nasional,” kata Yudi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Dia menyampaikan program pengembangan jagung pangan dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk memperluas pemanfaatan jagung tidak hanya sebagai pakan ternak, tetapi juga sebagai bahan baku industri pangan nasional guna meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

Menurutnya pengembangan jagung pangan sangat memungkinkan didukung teknologi pengolahan yang semakin maju.

“Peningkatan produksi terus menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik memproyeksikan potensi produksi jagung pada periode Januari-Maret 2026 mencapai 4,94 juta ton, naik 4,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya.

Ditopang surplus dan stok carry over sekitar 4,5 juta ton berdasarkan perhitungan neraca pangan nasional, pemerintah memastikan kebutuhan dalam negeri dapat dipenuhi tanpa impor. Untuk melindungi produsen, harga pembelian di tingkat petani ditetapkan Rp5.500 per kilogram.

Ketersediaan produksi tersebut menjadi dasar pemerintah memperluas pemanfaatan jagung ke sektor industri pangan. Selama ini jagung nasional didominasi untuk pakan ternak, terutama ayam petelur dan pedaging.

Pemerintah kini mendorong pemanfaatannya sebagai bahan baku industri pangan domestik untuk mengurangi ketergantungan pasokan luar negeri sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas jagung.

Kebutuhan jagung pangan untuk industri nasional diperkirakan mencapai sekitar 450.000 ton per tahun, terutama untuk industri pengolahan pati dan turunan pangan.

Salah satu industri yang membutuhkan pasokan jagung berdaya pati tinggi adalah PT Tereos FKS Indonesia. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kementan berkoordinasi dengan produsen benih nasional, termasuk PT Restu Agropro Jayamas di Kediri, Jawa Timur.

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Tiurmauli Silalahi menambahkan pemerintah memperkuat sinergi antara petani dan industri melalui pengembangan varietas jagung pangan sesuai kebutuhan industri.

“Saat ini Direktorat Hilirisasi Hasil Tanaman bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan sosialisasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai provinsi sentra jagung untuk memastikan pasokan industri berjalan berkelanjutan,” kata Tiurmauli

Kementan optimistis strategi itu menempatkan jagung sebagai komoditas strategis yang tidak hanya menopang sektor peternakan, tetapi juga menjadi fondasi pertumbuhan industri pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. (ney)

Tags: industrijagungKementan

Berita Terkait.

sultan
Nasional

Ketua DPD RI Dorong Bali Jadi Pelopor Gerakan Memilah Sampah Nasional

Sabtu, 26 September 2026 - 07:07
bara
Nasional

Tsunami Politik Jika Permohonan Gugatan PHPU Pilpres 2024 Dikabulkan MK

Sabtu, 26 September 2026 - 02:20
gowa
Nasional

Jadi Tersangka Korupsi, Polri Segera Periksa Bupati Gowa Sitti Husniah

Jumat, 25 September 2026 - 21:31
husniah
Nasional

Polri Ungkap 4 Klaster Kasus Pemerasan dan TPPU Bupati Gowa Sitti Husniah

Jumat, 25 September 2026 - 21:21
pp
Nasional

Kongres INI Tetap Digelar Oktober, PP INI Siapkan PK atas Putusan MA

Jumat, 25 September 2026 - 21:11
kpu
Nasional

KPU Didesak Terangkan soal Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran di Hadapan MK

Jumat, 25 September 2026 - 19:19

OLAHRAGA

laga
Olahraga

Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, 3.582 Personel Gabungan Dikerahkan

Editor Folber Siallagan
Jumat, 25 September 2026 - 17:36

INDOPOSCO.ID - Ribuan personel aparat gabungan dikerahkan untuk mengamankan pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora...

SelengkapnyaDetails
Demi Kemanusiaan, DPR Dorong Basarnas Lanjutkan Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Jelang Indonesia vs Singapura, John Herdman Bicara Soal Risiko Permainan Kaku

Jumat, 25 September 2026 - 11:54
28 Tahun Menanti, Indonesia Kembali Rebut Emas Beregu Putra Bulutangkis di Asian Games

28 Tahun Menanti, Indonesia Kembali Rebut Emas Beregu Putra Bulutangkis di Asian Games

Jumat, 25 September 2026 - 10:09
java

Java United Buka Suara soal Perselisihan dengan Shin Tae-yong, Singgung Pemicu Keributan

Kamis, 24 September 2026 - 11:21
ferdinan

Resmi Berseragam Persija, Marselino Ferdinan Bawa Ambisi Besar

Kamis, 24 September 2026 - 09:19

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    1127 shares
    Share 451 Tweet 282
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.