• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Menko Muhaimin: Ekonomi Hijau Peluang Besar Pemberdayaan Masyarakat

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 12 Februari 2026 - 01:36
in Nasional
Muhaimin

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. ANTARA/HO-Kemenko PM

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar berharap green economy dan circular economy bukan hanya sebagai agenda lingkungan, melainkan sebagai peluang besar pemberdayaan masyarakat dan instrumen pemerataan kesejahteraan.

“Green economy dan circular economy bukan sekedar agenda lingkungan, melainkan peluang besar bagi tumbuhkembangnya ekonomi sekaligus pemberdayaan masyarakat kita. Dalam konteks energi terbarukan, masyarakat harus terlibat dan menjadi bagian dari upaya untuk terus menumbuhkan berbagai kebutuhan kemajuan kita,” kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

BacaJuga:

Digitalisasi Perlinsos Dimulai dari Surabaya, Warga Bisa Daftar Langsung untuk Akses Bansos

Dirjen Keuda Dorong BUMD Berbenah Total, Siap Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Daerah

Saling Pahami Watak dan Bahasa Kasih Tingkatkan Kualitas Komunikasi Keluarga

Hal itu dikatakannya dalam kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat.

Menko Muhaimin mengatakan transisi menuju ekonomi hijau harus dirancang agar melibatkan masyarakat secara luas dan menciptakan nilai tambah di tingkat akar rumput.

Menurutnya, sektor energi terbarukan, mineral kritis, agroindustri sirkular, hingga waste-to-energy menyimpan potensi besar bagi pemberdayaan masyarakat.

Pada sektor energi terbarukan, masyarakat dapat terlibat dalam rantai pasok manufaktur komponen, operasi dan pemeliharaan, hingga pengembangan bioenergi berbasis komunitas.

Kemudian, sektor agroindustri sirkular, limbah pertanian dapat diolah menjadi bioenergi dan biomaterial bernilai tambah, sehingga petani dan koperasi naik kelas.

Sementara itu, skema waste-to-energy dan pengelolaan sampah modern membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru sekaligus perbaikan kualitas lingkungan.

“Inilah peluang bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah, bila pengelolaan pemilahan dan daur ulang e-waste ini dilakukan secara terorganisasi,” ujar Muhaimin Iskandar.

Sebagai ilustrasi, Menko PM menyoroti peningkatan volume sampah elektronik (e-waste) global yang telah mencapai puluhan juta ton per tahun. Limbah tersebut mengandung logam bernilai tinggi seperti tembaga, nikel, dan kobalt.

Menurutnya, apabila pengelolaan, pemilahan dan daur ulang e-waste dilakukan secara terorganisasi dan berbasis teknologi, hal itu dapat menjadi sumber ekonomi baru, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Inilah contoh konkret bagaimana sirkular ekonomi menjadikan masalah sosial sebagai sumber kesejahteraan,” kata Muhaimin Iskandar.

Menko PM menekankan bahwa peluang besar tersebut hanya dapat terwujud melalui sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat.

Dalam konteks ini, ITB dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kapasitas SDM unggul, menetapkan standar teknologi, serta memastikan inovasi berdampak nyata.

“Dari kampus ini, circular ekonomi harus bergerak dari konsep ke sistem, dari proyek ke ekosistem, dari wacana menjadi kehidupan nyata kita,” kata Muhaimin Iskandar.

Ia mengatakan industrialisasi yang hijau dan sirkular harus menjadi jalan Indonesia naik kelas agar lebih inklusif, lebih berdaya saing, dan lebih berkeadilan sosial. (ney)

Tags: Abdul Muhaimin IskandarEkonomi HijauPemberdayaan Masyarakat

Berita Terkait.

Fifi-Aleyda-Yahya
Nasional

Digitalisasi Perlinsos Dimulai dari Surabaya, Warga Bisa Daftar Langsung untuk Akses Bansos

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:26
Workshop
Nasional

Dirjen Keuda Dorong BUMD Berbenah Total, Siap Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:25
Wihaji
Nasional

Saling Pahami Watak dan Bahasa Kasih Tingkatkan Kualitas Komunikasi Keluarga

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:44
siswa
Nasional

SPMB 2026 Diawasi Ketat, Kemendikdasmen Minta Pemda Tutup Celah Titipan dan Pungutan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:06
kereta
Nasional

Perlintasan Kereta Ribuan, DPR: Jangan Tunggu Korban, Baru Pemerintah Bergerak

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:05
wahana
Nasional

Wahana Artha Group Kumpulkan 67 Kantong Darah, Perkuat Budaya Kepedulian Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:40

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    929 shares
    Share 372 Tweet 232
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    902 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1492 shares
    Share 597 Tweet 373
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.